Persaingan hingga garis finis menentukan hasil Race 2 putaran terakhir FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, Minggu (18/10/2026). M. Kiandra Ramadhipa, pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), mengakhiri balapan di posisi kedua setelah terlibat duel ketat di kelompok terdepan. Jaraknya dengan pemenang, Fernando Bujosa, hanya 0,006 detik. Selisih sekecil itu membuat podium kedua Ramadhipa menjadi salah satu hasil paling menarik dari seri penutup musim ini.

Ramadhipa mengawali balapan dari pole position setelah mencatat waktu 1 menit 41,370 detik pada sesi kualifikasi sehari sebelumnya. Posisi start tersebut memberinya kesempatan untuk langsung mengambil kendali balapan. Pebalap berusia 16 tahun asal Sleman, Yogyakarta, itu memimpin pada awal lomba, tetapi persaingan di kelas Moto3 Junior membuat posisi di depan terus berubah seiring berlangsungnya lap demi lap.

Kehilangan posisi terdepan tidak lantas membuat Ramadhipa terpisah dari rombongan utama. Ia sempat turun hingga posisi keenam ketika persaingan semakin rapat. Pada kondisi seperti ini, jarak antarpembalap yang tipis membuat perubahan posisi dapat terjadi dalam satu rangkaian tikungan maupun ketika memasuki lintasan lurus. Ramadhipa tetap menjaga peluangnya dengan kembali mendekati kelompok yang memperebutkan podium.

Kecepatan motor Honda NSF250RW yang dikendarainya juga tercermin dari catatan waktu sepanjang balapan. Pada lap keenam, Ramadhipa membukukan fastest lap dengan waktu 1 menit 41,511 detik. Catatan tersebut memperlihatkan kecepatannya dalam satu putaran, meskipun untuk mengubahnya menjadi kemenangan ia masih harus menghadapi persoalan berbeda: mempertahankan posisi di tengah persaingan beberapa pebalap yang sama-sama memiliki peluang mencapai garis finis lebih dahulu.

Memasuki lima lap terakhir, intensitas persaingan meningkat. Ramadhipa kembali masuk ke perebutan posisi kedua dan beberapa kali terlibat pertukaran posisi dengan pebalap lain. Dalam balapan dengan kelompok depan yang rapat, mempertahankan posisi bukan satu-satunya pertimbangan. Momentum untuk menyalip, menentukan jalur masuk tikungan, serta mendapatkan akselerasi yang tepat ketika keluar tikungan ikut menentukan posisi menjelang lap terakhir.

Momen penentuan terjadi saat memasuki tikungan terakhir pada lap pamungkas. Ramadhipa masih berada di posisi ketiga, tetapi berhasil memaksimalkan kecepatan NSF250RW di lintasan lurus menjelang garis finis untuk menyalip pebalap di depannya. Manuver tersebut membawanya ke posisi kedua. Namun, jarak dengan Bujosa yang lebih dahulu melintasi garis finis tidak cukup dekat untuk merebut kemenangan.

Hasil akhirnya ditentukan oleh selisih 0,006 detik. Dalam balapan yang berlangsung puluhan menit, perbedaan tersebut setara dengan margin yang nyaris tidak terlihat dalam pandangan biasa ketika dua motor melewati garis finis. Ramadhipa memang belum menjadi pemenang, tetapi ia berhasil mengubah posisi ketiga menjelang akhir lap menjadi podium kedua melalui upaya menyalip yang menentukan.

“Saya senang bisa menutup musim dengan hasil positif, finis keempat di race 1 dan meraih podium kedua di race 2. Saya belajar banyak dari kedua balapan dan bangga dengan perkembangan kami sepanjang musim ini. Terima kasih kepada tim atas kerja keras dan dukungannya. Kami akan terus berkembang dan kembali lebih kuat tahun depan,” ujar Ramadhipa.

Hasil di Misano memperlihatkan dua aspek berbeda dari performa Ramadhipa: kecepatan untuk bersaing di kelompok depan dan kemampuan menjaga peluang hingga lap terakhir. Selisih dengan pemenang memang hanya enam perseribu detik, tetapi yang lebih menentukan dalam catatan balapnya adalah bagaimana ia tetap berada dalam perebutan posisi terdepan setelah sempat turun ke urutan keenam, lalu menemukan kesempatan untuk menyalip pada momen terakhir.