OMODA & JAECOO memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat mengubah interaksi di dalam mobil, dari sekadar menjalankan perintah menjadi pengalaman yang lebih personal. Melalui Super Intelligent AI Space (SIAS), pabrikan ini mendemonstrasikan kemampuan kendaraan untuk menjalankan beberapa fungsi melalui satu perintah suara, merespons percakapan, merekomendasikan musik berdasarkan suasana hati yang diungkapkan pengguna, hingga membuat wallpaper kabin sesuai preferensi.
Teknologi tersebut diperlihatkan melalui OMODA O4 dalam Super Intelligent Experience Lab, salah satu bagian dari rangkaian 2026 International User Summit bertema “DRIVE TO THE NEXT VIBE” yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026. Dalam sesi ini, peserta diajak mencoba empat tantangan interaktif untuk melihat bagaimana AI dapat digunakan dalam berbagai situasi di dalam kabin, mulai dari pengoperasian fungsi kendaraan hingga personalisasi pengalaman pengguna.
Pada tantangan “Understanding Commands”, SIAS memperlihatkan kemampuan mengintegrasikan tujuh fungsi kendaraan melalui satu perintah suara. Fungsi tersebut mencakup AC, jendela, musik, navigasi, ventilasi kursi, dan pencahayaan ambient. Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu mengatur setiap fungsi secara terpisah, sehingga pengoperasian sejumlah fitur dapat dilakukan dengan lebih praktis. Demonstrasi ini menjadi salah satu contoh penerapan AI untuk menyederhanakan interaksi antara pengemudi dan kendaraan.
Kemampuan berikutnya diperlihatkan melalui “Personalized Conversations”. Peserta dapat memberikan nama khusus kepada asisten cerdas, kemudian mengajaknya berbincang mengenai kehidupan sehari-hari, minat, maupun berbagai gagasan imajinatif. Interaksi ini memperlihatkan pendekatan yang lebih fleksibel daripada sistem perintah suara konvensional yang hanya berfokus pada instruksi tertentu. Meski demikian, pengalaman percakapan tersebut merupakan demonstrasi kemampuan sistem, bukan bukti bahwa kendaraan memiliki pemahaman atau kesadaran seperti manusia.

Aspek personalisasi menjadi lebih menarik dalam tantangan “Understanding Emotions”. Ketika peserta mengungkapkan perasaan lelah dan keinginan untuk bersantai, sistem dapat merekomendasikan musik berdasarkan suasana hati yang disampaikan. Artinya, respons yang ditampilkan tidak hanya berkaitan dengan fungsi teknis kendaraan, tetapi juga dengan konteks kebutuhan pengguna saat berinteraksi. Namun, kemampuan merekomendasikan musik berdasarkan pernyataan pengguna perlu dibedakan dari kemampuan mendeteksi emosi secara langsung melalui sensor atau membaca kondisi psikologis seseorang.
SIAS juga menghadirkan tantangan “Creative Design”, yang memungkinkan peserta memasukkan beberapa kata kunci untuk menghasilkan wallpaper personal. Fitur ini memperluas penerapan AI dari pengoperasian kendaraan menuju aspek visual di dalam kabin. Pengguna dapat mengekspresikan preferensinya melalui hasil kreasi digital, sehingga personalisasi tidak terbatas pada pengaturan fungsi, tetapi turut mencakup suasana interior yang ingin mereka rasakan.
Keempat tantangan tersebut memperlihatkan arah pengembangan kabin cerdas OMODA & JAECOO yang menggabungkan integrasi fungsi, percakapan interaktif, dan personalisasi. Perusahaan ini mengaitkan pendekatan tersebut dengan perkembangan kecerdasan otomotif dari IQ menuju EQ, yakni upaya membuat teknologi tidak hanya mampu menjalankan fungsi, tetapi juga memberikan respons yang lebih relevan terhadap kebutuhan pengguna. Melalui SIAS, OMODA & JAECOO mengeksplorasi bagaimana AI dapat membuat interaksi di dalam mobil terasa lebih intuitif, tanpa menghilangkan peran pengguna dalam menentukan fungsi dan pengalaman yang diinginkan. ![]()
