Thomas Marini baru satu musim duduk di jok Aprilia Tuareg Rally, hasilnya langsung berupa gelar. Pembalap asal San Marino itu dinobatkan sebagai juara Eropa 2026 European Tout Terrain Rally Cup, baik di general classification maupun di kelas M5 yang diperuntukkan bagi motor twin-cylinder.

Jacopo Cerutti, rekan setimnya, menyusul di posisi kedua pada kedua klasemen itu. Hasil one-two tersebut sekaligus menjadi gelar juara keseluruhan pertama dalam sejarah Aprilia Tuareg Racing di kejuaraan ini.

Cerita Marini dimulai dari Santiago de Compostela, Spanyol. Di putaran pembuka itu ia finis kedua secara keseluruhan di belakang Cerutti, plus mengantongi dua kemenangan stage secara keseluruhan.

Di Pefki Evia, Yunani, Marini finis kedua di kelasnya. Dua kemenangan harian di kelas ia ambil di sana, dan lima kali ia naik podium secara keseluruhan.

Titik baliknya ada di Ramnicu Sarat, Romania. Di sana ia meraih kemenangan keseluruhan pertamanya, dengan empat kemenangan harian secara keseluruhan dan podium di setiap stage yang digelar.

“Saya sangat senang berhasil memenangkan gelar juara Eropa, baik secara keseluruhan maupun di kelas, terutama karena ini merupakan tahun pertama saya bersama Aprilia. Mampu meraih kemenangan dengan motor dan tim baru merupakan sebuah kebanggaan tersendiri,” ujar Marini.

Ia juga menyinggung lawan yang dihadapi. “Memenangkan gelar juara keseluruhan dengan motor twin-cylinder melawan motor single-cylinder yang memang dikembangkan khusus untuk kompetisi menunjukkan daya saing Tuareg Rally yang luar biasa serta kerja keras yang kami lakukan bersama Team Guareschi. Saya ingin berterima kasih kepada seluruh tim yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk tampil sebaik mungkin dalam setiap situasi. Kini, fokus kami beralih ke ajang-ajang mendatang di gurun, dimulai dengan Addax Rally di Morocco.”

Cerutti sendiri sempat jadi salah satu kandidat utama sepanjang kejuaraan. Ia meraih dua kemenangan keseluruhan, di Spanyol dan Yunani. Di putaran final Romania, saat sedang bersaing dengan Marini untuk kemenangan keseluruhan, pembalap asal Italia itu mengalami kecelakaan parah dan harus mengakhiri balapan. Ia kini fokus memulihkan kondisi menjelang Africa Eco Race, dengan harapan bisa kembali ke garis start menggunakan Tuareg Rally miliknya.

Vittoriano Guareschi menyebut gelar Eropa memang target utama tim musim ini. “Kami berhasil mencapai hasil one-two yang luar biasa, baik secara keseluruhan maupun di kelas. Kejuaraan ini sangat menarik dengan stage yang panjang dan menantang. Kami mengikuti balapan-balapan yang luar biasa, seperti di Yunani dengan lebih dari seratus peserta, dan kami berhasil memenangkan setiap balapan tersebut, membuktikan daya saing Tuareg Rally yang luar biasa. Hasil ini benar-benar sulit untuk dibuat lebih baik lagi. Kami sangat puas dengan hasil yang diraih, meskipun kami sangat menyayangkan cedera yang dialami Jacopo di Romania.”

Gelar Eropa ini menambah panjang daftar prestasi Aprilia Tuareg Racing dalam empat tahun terakhir. Sebelumnya mereka menang dua edisi berturut-turut Africa Eco Race pada 2024 dan 2025, serta tiga gelar Italian Motorally beruntun dari 2023 sampai 2025. Tuareg Rally dikembangkan lewat kolaborasi erat dengan GCorse milik Guareschi bersaudara.

Agenda berikutnya adalah Addax Rally di Morocco pada 25 sampai 30 Oktober. Marini tampil bersama Marco Menichini dan Francesco Montanari sebagai persiapan menuju Africa Eco Race 2027.

“Kini, Addax Rally sudah menanti. Bersama Thomas, Marco Menichini dan Francesco Montanari juga akan berada di garis start untuk mempersiapkan motor sebaik mungkin menuju Africa Eco Race mendatang,” tutup Guareschi.