Pasar mobil listrik Indonesia sedang tumbuh, tapi proses untuk memperluas adopsinya masih panjang.

Di tengah kondisi tersebut, PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 siap digelar pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Memasuki tahun kelima, pameran besutan Dyandra Promosindo bersama PERIKLINDO ini menghadirkan lebih dari 38 merek, program transaksi, hingga teknologi mobilitas di luar kendaraan darat.

Pertumbuhan pasar menjadi latar belakang penting penyelenggaraan PEVS tahun ini. Data Gaikindo yang dikutip ANTARA menunjukkan pengiriman mobil listrik berbasis baterai atau BEV dari pabrik ke dealer mencapai 101.171 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026, naik dari 51.191 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, angka tersebut merupakan distribusi kendaraan ke dealer, bukan penjualan ritel langsung kepada konsumen. Pertumbuhan pasar juga belum otomatis menjawab persoalan harga, akses pengisian daya, biaya kepemilikan, dan nilai jual kembali.

Pada PEVS tahunn lalu, nilai transaksi dilaporkan mencapai sekitar Rp 912 miliar menurut PERIKLINDO, meskipun sejumlah pemberitaan memuat angka berbeda. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas komersial selama pameran, tetapi belum menjelaskan berapa banyak transaksi yang benar-benar menghasilkan kendaraan terjual kepada pengguna akhir atau mendorong pemilik kendaraan konvensional beralih ke listrik. Pengukuran dampak terhadap adopsi jangka panjang masih membutuhkan data lanjutan.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan PEVS memasuki penyelenggaraan kelima dengan partisipasi merek yang semakin beragam dan program yang dirancang untuk mempertemukan pelaku industri dengan pasar.

“Memasuki penyelenggaraan ke-5, PEVS menjadi wujud komitmen Dyandra Promosindo bersama PERIKLINDO untuk terus mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia. Melalui PEVS 2026, kami menghadirkan partisipasi brand yang semakin beragam dan program yang lebih inovatif untuk mempertemukan pelaku industri dengan pasar, memperluas peluang kolaborasi, serta mendorong perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional,” ujar Daswar dalam konferensi pers pada 22 Oktober 2026.

Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, juga menekankan pentingnya sosialisasi dan kerja sama lintas sektor untuk mempercepat transisi kendaraan listrik. “Transisi menuju kendaraan listrik merupakan transformasi besar yang tidak mudah, sehingga membutuhkan kerja sama semua pihak. Ke depan, kami juga mendorong dukungan insentif bagi kendaraan listrik komersial agar proses elektrifikasi dapat berjalan lebih cepat dan mewujudkan mobilitas yang lebih efisien dan bersih,” ujarnya. Dorongan ini relevan karena elektrifikasi kendaraan komersial memerlukan perhitungan biaya operasional, kesiapan infrastruktur, dan pola penggunaan yang berbeda dari mobil pribadi.

PEVS 2026 mengusung tema “The Future of Clean and Efficient Mobility” dengan menghadirkan Mobility Zone yang mencakup Land Mobility, Air Mobility, dan Marine Mobility. Area darat menampilkan kendaraan listrik penumpang dan komersial, bus, kendaraan logistik, sepeda motor, serta dukungan transportasi publik dari LRT Jakarta, Transjakarta, dan MRT Jakarta. Zona udara menampilkan drone kargo dan teknologi electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) dari Frogs Indonesia, Nirawak.id, dan TAU. Sektor maritim melibatkan IKAME Water Gear dan J7Seven untuk memperkenalkan penerapan teknologi elektrifikasi di bidang transportasi kargo, pariwisata, dan infrastruktur pelabuhan.

Untuk konsumen, PEVS menawarkan program cashback dengan nilai total hingga Rp 200 juta bagi pembelian kendaraan roda dua dan roda empat. Nilai tersebut merupakan total program, bukan potongan yang otomatis diterima setiap pembeli. Ketentuan transaksi, kuota, dan mekanisme verifikasi berlaku sesuai aturan penyelenggara. Ada pula Test Drive dan Test Ride agar pengunjung bisa mencoba kendaraan peserta, mengenali karakter berkendara, dan membandingkan pilihan sebelum membeli.

Program lainnya meliputi EV Student Showcase untuk menampilkan prototipe dan gagasan teknologi dari pelajar serta mahasiswa, EV Fest hasil kolaborasi IAM dan Adipro, PEVS Push Bike Race pada 1 November, serta talkshow edukatif di EV Activity Hub Stage Hall B3. Dari sisi bisnis, Business Matching kembali disiapkan untuk mempertemukan peserta dengan calon mitra dan membuka peluang kerja sama di industri kendaraan listrik.

Pameran ini diikuti merek mobil seperti BAIC, BYD, Chery, DANZA, DFSK, MAB, MG, Polytron, dan Wuling, serta merek motor listrik seperti Alva, AHM, Indomobil E-Motor, Polytron, Selis, dan United. PEVS dibuka untuk umum pada 29 Oktober pukul 12.00–19.00 WIB, 30–31 Oktober pukul 10.00–19.00 WIB, dan 1 November pukul 10.00–18.00 WIB. Pengunjung dapat masuk gratis dengan registrasi daring melalui situs resmi https://pevs-id.com.

Memasuki tahun kelima, PEVS memperluas cakupan dari pameran kendaraan menjadi ruang pertemuan antara produsen, konsumen, dan industri pendukung. Namun, ukuran keberhasilannya tidak berhenti pada jumlah merek, pengunjung, atau nilai transaksi selama empat hari. Dampak yang lebih jauh perlu dilihat dari keputusan pembelian yang terealisasi, pemahaman konsumen terhadap kendaraan listrik, serta perkembangan infrastruktur dan layanan yang dibutuhkan agar kendaraan tersebut bisa digunakan sehari-hari.