Motor itu multifungsi. Selain alat transportasi, juga bisa jadi teman nongkrong, sampai bagian dari identitas pemiliknya.
Tapi di tangan anak muda yang punya imajinasi, Yamaha Grand Filano Hybrid bahkan bisa berubah menjadi kanvas berjalan.
Itulah yang terlihat dalam Grand Filano Classy Artsy Challenge yang digelar di Bandung, Yogyakarta, dan Makassar. Bukan sekadar urusan ganti warna atau tempel aksesori, tantangan ini mengajak anak muda menerjemahkan karakter dan cerita personal ke dalam ilustrasi di bodi motor.
Dari 50 karya yang terpilih dan dipamerkan, muncul enam ilustrasi favorit pilihan pengunjung. Masing-masing kota punya dua jagoan dengan pendekatan visual yang berbeda, mulai dari budaya tradisional sampai estetika futuristik.

Dari Makassar, ada Roll Ur Moment karya Ahmad Ghaly. Terinspirasi dari kebiasaan mengabadikan momen menggunakan kamera analog, desain ini menampilkan sosok fotografer dengan gulungan film berwarna kuning keemasan yang menyimpan kenangan bersama pasangan.
Bodi putih Grand Filano Hybrid dihiasi aksen gulungan film vertikal dan motif bunga pink. Hasilnya pun terasa playful, personal, dan punya cerita yang tidak perlu dijelaskan panjang lebar.

Masih dari Makassar, Kalcer in Our Soles karya Wilman Winaya justru mengambil jalur futuristik. Gaya Y3K, cyberpunk, dan chrome art diramu menjadi ornamen metalik dengan bentuk lengkung, ukiran abstrak, serta efek reflektif.
Ilustrasi karakter anime di bagian samping menjadi pusat perhatian. Tampilannya seperti membawa Grand Filano Hybrid keluar dari suasana jalanan hari ini menuju dunia yang sedikit lebih futuristis.

Bergeser ke Bandung, Carrying Culture Through The Times karya Bhahtiar Nugroho Adiputro punya pendekatan yang lebih kultural. Motif Batik Parang yang identik dengan kesinambungan, kekuatan, dan tekad dipadukan dengan motif geometris Mlinjo yang merepresentasikan keseimbangan dan kesederhanaan.
Keduanya dituangkan pada Grand Filano Hybrid warna Royal Iron dengan gradasi Navy. Hasilnya bukan sekadar tempelan motif tradisional, melainkan usaha mempertemukan warisan budaya dengan selera visual masa kini.

Karya favorit Bandung lainnya, Nurture is Kalcer garapan Chika Yutha, membawa pesan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ilustrasi anjing, kucing, dan burung yang bermain bersama dipadukan dengan telapak tangan terbuka sebagai simbol kasih sayang.
Tema kepedulian terhadap lingkungan dan makhluk hidup menjadi benang merah desain ini. Siapa bilang modifikasi harus selalu bicara soal kecepatan, tenaga, atau tampilan sangar?

Dari Yogyakarta, Seiryu karya Reza Saputra membawa pengaruh seni tradisional Jepang. Inspirasi ukiyo-e, teknik linocut, dan seni tato irezumi diterjemahkan melalui garis-garis ukiran yang tegas.
Ilustrasi dua ikan koi dalam formasi yin-yang dipadukan dengan bunga, membawa simbol kegigihan dan keseimbangan hidup. Warna biru kobalt di atas bodi putih Grand Filano Hybrid menghasilkan tampilan yang mengingatkan pada porselen klasik Jepang.

Sementara itu, Sunday Morning & Tiny Treats karya Luthfiyyah Hafizhah bermain dengan nostalgia era 2000-an. Motif checkerboard biru muda dan putih menjadi dasar, disusul gelombang warna cokelat dan pink di bagian samping serta depan motor.
Yang membuatnya menarik adalah ilustrasi camilan tradisional berwarna-warni yang mengingatkan pada kenangan masa kecil. Sentuhan karakter anime dan pop culture membuat desain bernuansa Y2K ini tidak terjebak menjadi sekadar barang nostalgia.
Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), mengatakan pilihan pengunjung di tiga kota memperlihatkan perbedaan selera dan inspirasi anak muda di setiap daerah.
“Melalui pilihan ilustrasi favorit pengunjung di Bandung, Yogyakarta, dan Makassar, kami melihat bahwa setiap daerah memiliki selera, inspirasi, dan gaya yang berbeda dalam mengekspresikan kalcer mereka sehingga ini menjadi gambaran bahwa Grand Filano Hybrid tidak hanya hadir untuk mendukung kebutuhan mobilitas sehari-hari melalui fitur unggulan yang fungsional dan praktis, tetapi juga memberikan ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan karakter dan gaya personal mereka,” ujar Rifki.
Ia berharap perpaduan desain ikonik, kepraktisan, dan ilustrasi kreatif bisa membuat Grand Filano Hybrid semakin dekat dengan gaya hidup anak muda di berbagai daerah.
Di luar urusan ilustrasi, Grand Filano Hybrid memang punya modal visual yang cukup kuat untuk dijadikan kanvas. Desain klasik dengan sentuhan modern menjadi identitas skutik dari keluarga Classy Yamaha ini.
Soal fitur, ada mesin Blue Core Hybrid 125 cc, TFT Sub Display pada panel instrumen, lampu Full LED, dan Smart Key System. Fitur Smart Front Refuel juga memungkinkan pengisian bahan bakar tanpa perlu membuka jok, sementara kapasitas bagasi 27 liter diklaim menjadi yang terbesar di kelasnya.
Pengendara juga mendapat Electric Power Socket dengan USB Type A untuk mengisi daya perangkat selama perjalanan. Jadi, urusan gaya boleh ekspresif, tetapi kebutuhan harian tetap harus beres.
Yamaha Grand Filano Hybrid tersedia dalam dua varian. Hybrid Neo ditawarkan dengan empat pilihan warna, yakni Prime Gray, Greenish Gray, Pink Mauve, dan Essential White, dengan harga rekomendasi Rp 28.515.000.
Sementara Hybrid Lux hadir dalam pilihan Royal Iron dan Magma Black dengan banderol Rp 28.995.000. Seluruh harga merupakan rekomendasi OTR Jakarta. ![]()
