Dulu, Muhammad Fadli Imamuddin mengejar kecepatan di atas motor balap. Sekarang, lintasannya memang berbeda, tetapi urusannya masih sama, adu cepat dan membawa nama Indonesia di kompetisi internasional. Bedanya, kali ini Fadli pulang dari Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan medali emas sekaligus rekor baru.

Atlet para cycling Indonesia tersebut menjadi yang tercepat di nomor Men’s C4 4.000m Individual Pursuit. Bertanding di Izu Velodrome, Shizuoka, Jepang, Selasa (20/10/2026), Fadli membukukan waktu 4 menit 50,169 detik pada babak kualifikasi. Catatan itu sekaligus memecahkan Games Record sebelumnya, yakni 4 menit 52,032 detik milik atlet China, Wang Xian, yang dibuat pada Asian Para Games Hangzhou 2023.

Fadli kemudian memastikan medali emas setelah mengalahkan wakil Iran, Behrooz Farzad, pada partai final. Keberhasilan ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya, mengingat Fadli bukan atlet yang sejak awal menekuni olahraga para cycling. Sebelum mengalami insiden pada 2015, ia lebih dulu dikenal sebagai pembalap motor profesional. Setelah menjalani masa pemulihan dan proses adaptasi, Fadli kembali berkompetisi pada 2017 dengan cabang olahraga yang berbeda.

Perpindahan lintasan tersebut ternyata tidak membuat naluri kompetitifnya hilang. Fadli terus mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan internasional dan sebelumnya juga meraih medali emas pada ASEAN Para Games 2025. Di luar arena, ia turut membagikan pengalaman kepada generasi berikutnya melalui kegiatan pembinaan di sekolah balap motor miliknya.

Pencapaian Fadli menjadi bagian dari hasil positif tujuh atlet yang tergabung dalam Global Team Toyota Athletes (GTTA) pada Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka berasal dari enam negara Asia dan tampil di enam cabang olahraga berbeda. Selain Fadli, atlet senam Filipina Carlos Yulo dan pebulu tangkis Thailand Kunlavut Vitidsarn juga berhasil membawa pulang medali emas Asian Games.

Yulo meraih dua emas sekaligus dari nomor Men’s Floor Exercise dan Vault. Dua kemenangan tersebut menjadi dua medali emas pertama Filipina di Asian Games 2026. Sementara itu, Kunlavut mencatatkan sejarah bagi Thailand setelah menjuarai nomor Men’s Singles. Kemenangan atas Loh Kean Yew dari Singapura di partai final membuatnya menjadi pebulu tangkis Thailand pertama yang meraih emas Asian Games di nomor tunggal putra.

Di Asian Para Games, atlet para swimming Filipina Ernie Gawilan mempertahankan gelar Men’s 400m Freestyle S7 untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ia juga membawa pulang perak dari nomor Men’s 200m Individual Medley SM7. Rekan satu tim GTTA lainnya, Toh Wei Soong dari Singapura, mengumpulkan lima medali yang terdiri dari dua perak dan tiga perunggu di cabang para swimming.

Dua atlet lainnya juga menyumbangkan medali bagi negara masing-masing. Muhammad Ammar Aiman Nor Azmi dari Malaysia meraih perak di nomor Men’s 400m T20 dengan catatan waktu 48,34 detik. Sementara itu, atlet para powerlifting Vietnam Lê Vãn Công memperoleh perak di kelas Men’s 49kg lewat angkatan terbaik 171 kg. Medali tersebut sekaligus menjadi medali pertama Vietnam pada Asian Para Games 2026.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, mengapresiasi pencapaian seluruh atlet GTTA. Menurutnya, setiap atlet memiliki perjalanan dan tantangan berbeda, tetapi menunjukkan semangat yang sama untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi negaranya. Ia juga secara khusus menyoroti pencapaian Fadli yang membawa pulang emas sekaligus memecahkan Games Record. Toyota sendiri telah mendukung lebih dari 20 Global Team Toyota Athletes di Asia sejak 2018. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendampingi perjalanan atlet, termasuk melalui kontribusi mereka di luar arena olahraga.

Lebih lanjut, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor lainnya, Hiroyuki Oide, turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian Fadli. Ia menilai medali emas dan rekor yang diraih di Aichi-Nagoya merupakan hasil dari perjalanan panjang, konsistensi, serta semangat untuk terus bergerak maju. Bagi Fadli, perjalanan dari dunia balap motor profesional menuju podium tertinggi para cycling kini menambah satu babak baru dalam karier olahraganya.