Hujan sempat turun, tapi tak menghalangi para penggemar otomotif untuk merapat ke jalur Gembel Senayan pada Minggu (28/12/2025). Bertajuk “Tebar Pesona: Sore Ceria”, acara bertema Nineties Day ini kembali menegaskan satu hal, yaitu kultur nongkrong otomotif Jakarta masih hidup, relevan, dan mampu menyatukan lintas generasi.

Titik kumpul ditetapkan di jalur Gembel Senayan sejak pukul 14.30 WIB, dengan area Sentosa Senayan menjadi saksi bagaimana mobil-mobil dari berbagai era, aliran, dan latar belakang pemilik bisa parkir berdampingan tanpa sekat.

Sejak awal, Gembel Senayan memang bukan soal kemewahan atau eksklusivitas. Ia tumbuh sebagai ruang netral, tempat orang datang bukan untuk dinilai, melainkan untuk berbagi cerita, nostalgia, dan kecintaan pada mobil.

Semangat itu terasa kuat di Sore Ceria. Tak ada tiket masuk, tak ada booth ribet, tak ada hierarki antara mobil mahal dan mobil harian. Semua datang dengan satu identitas yang sama, yakni pecinta otomotif.
Dari generasi yang tumbuh di era 90-an hingga anak muda yang baru mengenal kultur mobil klasik dan JDM, semua larut dalam suasana santai. Nongkrong di parkiran, ngobrol ringan, memotret mobil, lalu pindah ke mobil lain, ritme yang sederhana tapi bermakna.

Gembel Senayan sendiri punya akar panjang. Sejak era 90-an, kawasan ini dikenal sebagai titik temu anak-anak mobil dengan latar belakang beragam. Dulu, nongkrong bisa dari sore sampai pagi, bahkan kadang berlanjut jadi diskusi panjang tentang mesin, velg, atau sekadar mimpi punya mobil idaman.

Kini, puluhan tahun berlalu, tapi rohnya tetap sama. Sore Ceria bukan sekadar event penutup tahun, melainkan semacam reuni tak resmi yang mempertemukan wajah lama dan baru dalam satu ruang yang cair.
Deretan mobil yang hadir mencerminkan keberagaman skena otomotif itu sendiri. Mulai dari JDM, Eropa, American Muscle, hingga mobil-mobil unik yang jarang terlihat di satu tempat.
Line up ini memperlihatkan satu benang merah, yaitu tidak ada pakem tunggal. Selera boleh berbeda, aliran boleh berubah, tapi kecintaan pada mobil menjadi titik temu.

Yang membuat Gembel Senayan tetap relevan adalah sifatnya yang inklusif. Mobil puluhan juta bisa parkir sejajar dengan mobil ratusan juta. Kolektor, builder, daily user, hingga sekadar penikmat datang tanpa rasa canggung.
Inilah yang membuat acara seperti Sore Ceria terasa penting. Ia menjadi ruang aman bagi siapa pun yang ingin hadir, belajar, dan menikmati otomotif tanpa tekanan sosial.

Otomotif selalu berubah, baik itu soal teknologi, tren, hingga cara orang menikmati hobi. Namun Gembel Senayan menunjukkan bahwa perubahan tidak harus menghapus akar. Adaptasi bisa berjalan berdampingan dengan nostalgia.
Selama ada ruang untuk berkumpul, duduk sejajar, dan berbagi minat yang sama, kultur otomotif akan terus hidup. Tidak sebagai tren sesaat, tapi sebagai bagian dari perjalanan hidup para pelakunya. ![]()










































