Kekhawatiran soal jarak tempuh dan kemampuan mobil listrik di kondisi ekstrem masih jadi pertanyaan besar bagi banyak calon pengguna. Lewat Sirkuit All-Terrain BYD di Zhengzhou, BYD mencoba menjawab keraguan itu secara langsung. Bukan lewat klaim, tapi lewat pengalaman nyata.

Salah satu sorotan utama di sirkuit ini adalah Megawatt Flash Charging, teknologi pengisian daya ultra-cepat dengan output lebih dari 1.000 kW. Dengan teknologi ini, baterai kendaraan listrik dapat diisi dari 20% hingga 80% hanya dalam waktu sekitar lima menit, sekaligus menambah jarak tempuh hingga 400 kilometer.

Kecepatan ini membuat proses pengisian daya mobil listrik semakin mendekati pengalaman mengisi bahan bakar kendaraan konvensional, sekaligus menjadi jawaban atas isu klasik range anxiety yang kerap membayangi pengguna EV.

Tak hanya soal kecepatan isi daya, BYD juga memperlihatkan ketangguhan kendaraan listriknya lewat Zona Wading Pool. Di area ini, pengunjung bisa menyaksikan langsung kendaraan melintasi lintasan air sepanjang 70 meter, sekaligus melihat bagaimana sistem kelistrikan dan manajemen energi tetap bekerja aman dalam kondisi basah.

Model YANGWANG U8 menjadi pusat perhatian di zona ini. Dengan dukungan platform e⁴, kendaraan tetap mampu bergerak, berbelok, dan bermanuver secara stabil meski berada di bawah permukaan air. Demonstrasi ini menegaskan pendekatan baru terhadap keselamatan kendaraan listrik di kondisi ekstrem, sekaligus mematahkan anggapan bahwa EV rentan terhadap air.

Pendekatan BYD di sirkuit ini tidak berhenti pada pengujian ekstrem. Kehadiran Zona Camping Area memperlihatkan bagaimana kendaraan listrik dapat berperan dalam konteks gaya hidup modern. Di area ini, BYD menampilkan fleksibilitas NEV untuk mendukung aktivitas rekreasional, memperkuat posisi mobil listrik sebagai bagian dari keseharian, bukan sekadar alat transportasi.

Seluruh rangkaian fasilitas di Sirkuit All-Terrain Zhengzhou dirancang sebagai platform pembelajaran. Lewat simulasi ekstrem dan penggunaan nyata, BYD menguji dan menyempurnakan sistem penggerak listrik, kontrol elektronik, serta manajemen energi agar bekerja stabil dan konsisten di kondisi dunia nyata.

Menurut BYD, pendekatan berbasis pengalaman ini relevan untuk pasar seperti Indonesia yang memiliki tantangan tersendiri, mulai dari lalu lintas perkotaan padat, curah hujan tinggi, hingga kondisi jalan di luar kota. Teknologi yang diuji di sirkuit ini dirancang agar adaptif di berbagai skenario, sehingga dapat diterapkan secara fleksibel di berbagai wilayah.

Melalui pengembangan sirkuit all-terrain, BYD memposisikan fasilitas ini sebagai sarana pertukaran pengetahuan dan pengembangan teknologi, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan. Bagi konsumen, pendekatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan bahwa kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tangguh, aman, dan siap digunakan dalam berbagai kondisi.