Di balik struktur tim yang solid dan teknologi motor canggih, ada dua figur yang jadi ujung tombak Ducati MX Team Indonesia di lintasan, yaitu Diva Ismayana dan Hilman Maksum. Keduanya menjadi kombinasi penting yang membuat proyek Ducati di motocross terlihat langsung hidup.

Diva Ismayana bukan nama baru di dunia balap tanah. Crosser asal Bali ini punya jam terbang internasional dan deretan prestasi nasional yang konsisten. Sepanjang 2025, Diva tampil kompetitif bersama Ducati Desmo450 MX dan sukses mengamankan podium di berbagai seri, termasuk kemenangan di Bali, Semarang, hingga Tapin. Adaptasinya dengan motor baru terbilang cepat, bahkan saat tim masih berada dalam fase riset dan pengembangan.

Di sisi lain, Hilman Maksum membawa cerita berbeda namun tak kalah penting. Crosser asal Jawa Tengah ini dikenal sebagai pembalap bertalenta yang sempat terganggu cedera, hingga performanya menurun dalam beberapa musim terakhir. Bergabung dengan Ducati MX Team Indonesia menjadi momentum kebangkitan, dengan hasil podium beruntun di akhir 2025 sebagai bukti bahwa Hilman kembali ke jalur kompetitif.

Sementara itu, peran Johny Pranata sebagai Team Manager menjadi faktor krusial di balik kembalinya performa Hilman dan konsistensi Diva. Dengan pengalaman panjang sebagai legenda motocross Indonesia, Johny tak hanya mengatur strategi balap, tetapi juga memastikan pendekatan teknis dan mental pembalap berjalan seimbang. Hasilnya, chemistry antara rider, tim mekanik, dan motor terbentuk lebih cepat dari perkiraan.

Sepanjang kuartal keempat 2025, Ducati MX Team Indonesia mencatat sejumlah hasil positif di berbagai ajang nasional. Mulai dari podium ganda di Pasuruan, dominasi di Bali, kemenangan di Semarang, hingga hasil kuat di seri pamungkas Tapin. Catatan ini terbilang istimewa, mengingat seluruh pencapaian tersebut diraih saat tim masih berstatus ‘belum resmi diluncurkan’.

Kombinasi gaya balap Diva yang agresif namun presisi dengan karakter Hilman yang konsisten dan berpengalaman membuat Ducati MX Team Indonesia memiliki paket lengkap. Ducati Desmo450 MX pun menjadi platform ideal bagi keduanya untuk mengeksplorasi performa, terutama berkat torsi kuat dan dukungan elektronik yang memudahkan kontrol di lintasan ekstrem.

Memasuki musim 2026, Diva Ismayana dan Hilman Maksum diproyeksikan bukan sekadar pembalap pengisi grid. Keduanya ditargetkan menjadi simbol kebangkitan Ducati di motocross nasional, sekaligus tumpuan ambisi tim saat mulai melangkah ke panggung internasional. Jika tren performa ini berlanjut, Ducati MX Team Indonesia jelas bukan proyek jangka pendek.