Di tengah industri otomotif yang berlomba menghadirkan teknologi terbaru, listrik, otonom, hingga kecerdasan buatan, Toyota justru seolah mengambil langkah yang tampak berlawanan arah. Bukan semata menatap masa depan, melainkan menengok ke belakang. Ke akar, sejarah, dan memori kolektif yang membentuk identitasnya hari ini. Walaupun sejatinya, Langkah ini adalah brand legacy yang menjadikannya strategi 360 derajat.

Dari sanalah GR Heritage Parts lahir. Sebuah program yang membuktikan bahwa bagi Toyota, sejarah bukan barang usang, melainkan aset hidup yang patut dirawat. Program ini bukan sekadar bisnis suku cadang klasik, melainkan pernyataan sikap. Sebuah pengakuan bahwa perjalanan panjang sebuah merek tidak berhenti ketika model digantikan generasi baru.

Awalnya sederhana. Ketika komunitas berbicara, Toyota memilih untuk mendengar. GR Heritage Parts muncul dari persoalan yang nyata. Mobil-mobil legendaris Toyota masih hidup, tetapi suku cadangnya perlahan mati. Pemilik AE86, Supra A70 dan A80, hingga Land Cruiser klasik menghadapi tantangan serupa. Komponen orisinal sudah lama tidak diproduksi, sementara aftermarket belum tentu presisi, belum tentu aman, dan sering kali mengorbankan karakter asli kendaraan.

Toyota melalui Toyota Gazoo Racing melihat ini bukan sebagai nostalgia kosong, melainkan sebagai tanggung jawab moral kepada penggemar setianya. Dari sinilah inisiatif tersebut lahir. Memproduksi ulang suku cadang lama agar mobil-mobil ikonik tersebut tidak sekadar menjadi pajangan garasi. Toyota ingin mobil-mobil itu tetap dikendarai, tetap berfungsi, dan tetap hidup di jalanan, bukan dikurung oleh waktu.

Bahkan penamaannya pun tidak dipilih secara sembarangan. Mengapa “GR Heritage Parts”, bukan Toyota Heritage Parts? GR adalah singkatan dari Gazoo Racing, divisi performa dan motorsport Toyota. Dengan nama ini, Toyota menegaskan bahwa program tersebut bukan proyek arsip atau museum, melainkan bagian dari DNA performa dan filosofi berkendara Toyota. “Cars are meant to be driven” bukan sekadar slogan, tetapi fondasi pemikiran.

Dengan menyematkan nama GR, Toyota menyampaikan pesan yang tegas. Mobil klasik adalah bagian dari budaya balap dan performa. Warisan otomotif tidak terpisah dari semangat driving pleasure. Heritage bukan nostalgia pasif, melainkan sesuatu yang aktif, relevan, dan terus bergerak.

DeepEnd yang berjalan bersama partner yang sevisi, Accelera, mencari tahu bagaimana GR Heritage Parts ini bekerja. Berkat dukungan Accelera yang menekankan #Grip dan Fungsi Sebagai Fondasi”, di Tokyo Auto Salon 2026, DeepEnd akhirnya menemukan kenyataan GR Heritage Parts menjawab keresahan Toyota Enthusiast.

GR Heritage Parts hadir untuk menjawab kebutuhan pemilik mobil klasik yang ingin tetap menggunakan komponen genuine Toyota, menjaga keaslian dan nilai historis kendaraan, serta merawat mobil tanpa kompromi kualitas. Cara pandang ini sejalan dengan perubahan bagaimana Toyota memandang produknya sendiri. Bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari perjalanan hidup pemiliknya.

Hingga kini, GR Heritage Parts mencakup sejumlah model paling ikonik dalam sejarah Toyota. Toyota 2000GT dari era 1960-an, Supra A70 dan A80 yang menjadi simbol sports car 90-an, AE86 Levin dan Trueno sebagai ikon drifting dan motorsport grassroots, hingga Land Cruiser seri 40, 60, 70, dan 80 yang merepresentasikan ketangguhan lintas generasi. Daftar ini tidak statis dan terus berkembang mengikuti suara komunitas global.

Namun menjaga warisan tidak cukup hanya dengan niat baik. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana komponen tersebut diproduksi. Toyota tidak ingin sekadar mencetak ulang. GR Heritage Parts tidak dibuat sembarangan. Toyota menggali blueprint orisinal dan data engineering lama, menggunakan pabrik Toyota serta mitra resmi di Jepang, menggabungkan teknologi manufaktur modern tanpa mengorbankan kompatibilitas, dan tetap melakukan pengujian kualitas layaknya suku cadang mobil baru. Dalam beberapa kasus, tingkat presisi bahkan melampaui versi lama tanpa menghilangkan fungsi dan karakter aslinya. Ini bukan replika. Ini adalah revival.

Untuk menjaga transparansi, Toyota membagi GR Heritage Parts ke dalam dua kategori:
1. Revival Parts
Komponen yang benar-benar diproduksi ulang setelah sebelumnya dihentikan. Waktu pengiriman bisa lebih panjang, dan nomor part bisa berbeda dari versi lama, namun fungsi, kualitas, dan garansinya tetap setara standar genuine Toyota, meskipun material atau struktur bisa mengalami penyesuaian sebagian.

2. Substitute Parts
komponen baru yang sudah ada dalam lini produksi Toyota dan telah dikonfirmasi kompatibilitasnya dengan parts lama. Fungsinya sama, kualitasnya setara, meski material atau struktur dapat berbeda sebagian.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Toyota menyeimbangkan idealisme heritage dengan realisme teknis. Namun kekuatan GR Heritage Parts tidak berhenti pada filosofi dan proses produksi. Toyota memahami bahwa warisan hanya bermakna jika dapat diakses secara nyata. Karena itu, suku cadang GR Heritage Parts memiliki nomor part genuine dan dapat dipesan melalui dealer Toyota resmi, dengan Jepang sebagai pusat katalog dan pengembangan.

Meski stok dan produksi mayoritas berada di Jepang, dealer Toyota di luar Jepang tetap dapat melakukan pemesanan melalui mekanisme special order, bergantung pada kebijakan pasar masing-masing. Toyota juga menyediakan katalog online sebagai referensi teknis, meski proses pembelian tetap dilakukan melalui dealer untuk menjaga keaslian dan kompatibilitas.

Di titik inilah filosofi GR Heritage Parts bertemu dengan realitas di jalan. Merawat mobil klasik bukan hanya soal mesin dan bodi, tetapi juga komponen yang bersentuhan langsung dengan keselamatan dan karakter berkendara, salah satunya ban. Mobil-mobil dalam ekosistem GR Heritage Parts memiliki kebutuhan ukuran dan karakter ban yang semakin jarang dipenuhi oleh industri ban modern.

Toyota AE86, misalnya, secara historis menggunakan ukuran seperti 185/70 R13 atau 185/60 R14, ukuran yang menjaga bobot ringan, respons kemudi, dan karakter playful khas mobil tersebut, yang saat ini tersedia pada ban Accelera tipe Eco Plush, termasuk varian WLW (white line/white wall) dengan dinding ban berwarna putih yang memberi sentuhan klasik dan nuansa retro.

Supra A70 dan A80 membutuhkan pendekatan berbeda, dengan ukuran lebih lebar seperti 225/50 R16, 225/40 R17, hingga 235/40 R17 untuk menyalurkan tenaga dan stabilitas khas sports car 90-an. Ukuran ini dimiliki oleh Accelera IOTA EVT, 651 Sport atau 351 Sport GD.

Sementara Land Cruiser klasik, seri 40, 60, hingga 80, mengandalkan ukuran seperti 215/75 R15, 235/75 R15, 265/70 R16, atau 275/70 R16, demi ketahanan, traksi, dan kemampuan lintas medan. Untuk ini, Accelera mempunya tipe Omikron A/T dan IOTA ST68 yang sanggup menopang tampilan dan fungsi Land Cruiser klasik.

Di sinilah relevansi Accelera menjadi nyata. Accelera masih memproduksi berbagai ukuran ban yang sesuai dengan mobil-mobil klasik tersebut, dari diameter kecil untuk sedan dan sport klasik hingga ukuran besar untuk SUV dan off-road lawas. Tidak hanya soal ukuran, tetapi juga keseimbangan antara grip, daya tahan, dan fungsi harian. Dengan pendekatan ini, Accelera tidak sekadar menyediakan ban, melainkan ikut menjaga agar mobil-mobil bersejarah tetap bisa dikendarai secara aman, proporsional, dan fungsional, selaras dengan filosofi GR Heritage Parts itu sendiri.

Pada akhirnya, GR Heritage Parts adalah lebih dari sekadar program suku cadang. Ia menjadi alat menjaga loyalitas pelanggan lintas generasi, jembatan antara mobil klasik dan lini GR modern, serta bukti konkret bahwa Toyota menghargai komunitasnya. Di era ketika mobil semakin terasa seperti gawai, Toyota justru mengingatkan bahwa mobil juga menyimpan emosi, cerita, dan identitas.

GR Heritage Parts membuktikan satu hal penting yaitu warisan otomotif tidak cukup dikenang tapi juga harus dirawat! Dan Toyota, melalui Gazoo Racing, memilih merawatnya bukan dengan kata-kata, melainkan dengan baut, logam, dan komitmen jangka panjang. Karena bagi Toyota, mobil legendaris tidak pernah benar-benar tua. Mereka hanya menunggu untuk dihidupkan kembali.