Butek.
Berkarat.
Tapi mobil ini amat kontekstual.
Bukan ganteng secara umum.
Juga tidak rapi menurut standar showroom.
Tapi tapi tepat secara makna.
Chevy lele ini tak datang untuk menjelaskan dirinya.
Berdiri gagah.
Dan membiarkan testimoni yang bekerja.

Chevrolet Pickup 3100 Thriftmaster 1949 ini seolah berada di pojokan, padahal telah jauh hari disiapkan untuk diagungkan kehadirannya. Sang pemilik, Vari Auto66, menyelamatkan pickup ini, tanpa harus merestorasinya. Tidak dirapikan. Bahkan karat dibiarkan tinggal.

Bodi asli.
Umur asli.
Luka asli.

Maka disebutlah sebagai “Rat Rod Not Dead Yet”.

Kalimat itu bukan headline. Itu posisi. Di tengah budaya kustom yang semakin bersih, semakin cepat, semakin baru, mobil ini justru dibangun dari hal-hal yang sulit, lama, dan tidak praktis. Barang-barang yang harus dicari. Ditunggu atau dikejar. Kadang dilepas karena belum waktunya.
Bumper Chevrolet sedan 1952. Sunvisor Fulton. Police lamp Unity. Beer keg Heineken yang berhenti menuang bir dan mulai menyimpan bensin, lengkap dengan kran aslinya. Tidak ada yang kebetulan.
Kaki-kaki dibuat ekstrem. Custom chassis. Air suspension empat titik. Velg Centerline Smoothie dengan tengah dicat, ditutup wheel cover Ford 1932. Kombinasi yang tidak minta tepuk tangan.
Mesin V8 Chevrolet bekerja dengan cara lama. Intake Edelbrock Three Deuce. Tiga karburator Rochester. Valve cover Offenhauser. Aksesori performa era yang tidak lagi dicetak ulang. Ini bukan mesin nostalgia. Ini mesin yang tetap diminta hidup.
Kemudian…, interiornya bukan interpretasi!
Copotan pesawat tempur MIG. Jok pilot. Panel instrumen. Konsol. Remote pesawat yang kini mengatur air suspension. Plafon disusun dari plat nomor Amerika asli, banyak, berat, dan tidak dibuat untuk estetika. Barang-barang lama mengisi kabin, seperti kipas, pemadam, RPM gauge. Semuanya tua, semuanya asli, semuanya susah dicari.
Mobil ini tidak cepat jadi.
Lamaaa!
Memang sengaja tak ingin cepat jadi.



Proyek dimulai sejak 2012. Bertahun-tahun mengumpulkan parts. Mahal. Langka. Tidak rasional. Tapi konsisten. Hampir semua sektor disentuh. Mesin, kaki-kaki, aksesori. Bodi dibiarkan gamblang.

Rem dimodernisasi. Brake kit CPP Amerika. Karena keras kepala bukan berarti bodoh. Semua lahir dari sudut AUTO 66 AUTOWORK Jogja. Workshop yang mengunci makna “kustom”.



Tenang.
Tidak tergesa.
Bahkan mobil ini masih dianggap belum selesai.
Dan itu bukan masalah.
Rat rod tidak mati.
Hanya tak masuk dalam pusaran viral nan ramai.

Sekali lagi: Rat Rod Not Dead Yet. ![]()





























