Mazda Motor Corporation resmi memulai eksperimen demonstrasi Mazda Mobile Carbon Capture, sistem penangkap karbon dioksida (CO₂) yang dipasang langsung pada kendaraan. Inisiatif ini menjadi bagian dari visi besar Mazda bertema “The Joy of Driving Fuels a Sustainable Tomorrow” yang diperkenalkan pada Japan Mobility Show 2025.

Teknologi ini menandai langkah serius Mazda menuju masa depan mobilitas berkelanjutan, dengan target ambisius: mewujudkan konsep di mana semakin jauh kendaraan dikendarai, semakin besar pula pengurangan CO₂ di atmosfer pada tahun 2035. Dimana uji coba pertama dilakukan pada ajang Super Taikyu Series 2025 Round 7 yang berlangsung pada 15–16 November 2025. Sistem penangkap CO₂ tersebut dipasang pada mobil balap MAZDA SPIRIT RACING 3 Future Concept (Car No. 55).

Mobil ini menggunakan bahan bakar biodiesel HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) yang telah digunakan secara praktis di Eropa dan dikenal sebagai bahan bakar karbon-netral. Kombinasi antara bahan bakar ramah lingkungan dan sistem penangkap CO₂ menciptakan pendekatan unik yaiu tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga menangkap kembali karbon yang dihasilkan.

Perangkat penangkap CO₂ dipasang di bagian bawah belakang kendaraan. Sistem ini memanfaatkan zeolit, material berstruktur berpori yang memiliki kemampuan menyerap gas. Dalam pengujian, zeolit terbukti mampu:
• Menyerap CO₂ dari gas buang mesin.
• Bekerja dalam kondisi nyata kendaraan performa tinggi.
• Menunjukkan potensi peningkatan tingkat pemulihan CO₂ di masa depan.

Mazda percaya bahwa masa depan mobilitas berkelanjutan tidak hanya bergantung pada elektrifikasi. Pendekatan mereka membuka kemungkinan baru yaitu kendaraan berbahan bakar karbon-netral + sistem penangkap CO₂ = potensi pengurangan CO₂ sebanding dengan jarak tempuh kendaraan. Artinya, berkendara bukan lagi sekadar aktivitas yang menghasilkan emisi, tetapi bisa menjadi bagian dari solusi pengurangan karbon.

Mazda akan melanjutkan eksperimen di musim Super Taikyu berikutnya dengan fokus pada:
• Meningkatkan tingkat pemulihan CO₂.
• Mengembangkan efisiensi perangkat.
• Menyempurnakan integrasi sistem ke kendaraan masa depan.

Hasil pengujian ini akan menjadi dasar pengembangan teknologi Mazda menuju realisasi masyarakat mobilitas berkelanjutan. Dan melalui inovasi ini, Mazda menunjukkan bahwa semangat berkendara dan tanggung jawab lingkungan bisa berjalan beriringan. Membuka jalan menuju era otomotif di mana performa dan keberlanjutan bukan lagi dua hal yang saling bertabrakan.