Industri otomotif nasional sedang jadi sorotan. Di tengah wacana impor kendaraan dari India, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) angkat suara dan memastikan pabrikan dalam negeri sebenarnya sanggup memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional, khususnya segmen pick-up.
Per 2026, GAIKINDO menaungi 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan roda empat atau lebih per tahun. Untuk kelas kendaraan komersial menengah ke bawah alias pick-up, produksinya digarap oleh sejumlah anggota, yaitu:
– PT Suzuki Indomobil Motor
– PT Isuzu Astra Motor Indonesia
– PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
– PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
– PT Sokonindo Automobile (DFSK)
– PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMIIN)
– PT Astra Daihatsu Motor

Secara total, kapasitas produksi pick-up dari anggota GAIKINDO tembus lebih dari 400.000 unit per tahun. Sayangnya, angka itu belum termanfaatkan secara optimal. Mayoritas model yang diproduksi merupakan kendaraan penggerak 4×2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen.
GAIKINDO menegaskan, kendaraan komersial 4×2 tersebut selama ini sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pelosok daerah, didukung jaringan servis dan layanan purna jual yang luas. Untuk model 4×4, industri dalam negeri juga disebut bisa memproduksi, meski butuh waktu persiapan sebelum masuk jalur produksi massal.
Di balik angka-angka itu, ada ekosistem besar yang ikut bergerak. Industri kendaraan bermotor nasional saat ini menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di seluruh rantai industrinya. Di sisi lain, pasar domestik beberapa tahun terakhir memang sedang lesu, dengan penjualan tahunan di bawah 1 juta unit. Namun performa ekspor masih cukup solid, menembus lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.

Menanggapi rencana impor kendaraan dari India, Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menyatakan keyakinannya bahwa kapasitas produksi dalam negeri sebenarnya memadai.
“Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya, diantaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ungkap Putu Juli.
Ia menambahkan, jika diberi kesempatan dan waktu yang cukup, anggota GAIKINDO bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) siap berpartisipasi memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional. Langkah itu dinilai penting untuk mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri sekaligus mencegah potensi pengurangan tenaga kerja akibat tekanan permintaan pasar domestik dalam beberapa tahun terakhir. ![]()
