Dalam dunia balap, nomor bukan sekadar angka yang menempel di kendaraan dan wearpack, tapi juga bagian dari identitas seorang pembalap.

Banyak legenda dikenal lewat nomor ikoniknya, seperti Valentino Rossi dengan 46 dan Marc Marquez dengan 93. Nomor tersebut bahkan menjadi simbol yang melekat sepanjang karier mereka di lintasan.

Hal serupa juga dialami Veda Ega Pratama. Sejak kecil, pembalap asal Gunungkidul ini identik dengan nomor 54, angka yang juga dipakai ayahnya, Sudarmono, saat masih aktif balapan. Kisah ini mirip dengan Rossi yang mewarisi nomor 46 dari ayahnya, Graziano Rossi. Bagi Veda, nomor 54 bukan sekadar pilihan, tapi bagian dari perjalanan dan warisan keluarga.

Namun saat memulai debutnya di Moto3 World Championship musim 2026, Veda harus merelakan nomor favorit tersebut. Nomor 54 sebelumnya digunakan oleh Ricardo Rossi, lalu dipakai oleh rookie lain, Jesus Rios, yang sudah lebih dulu ‘mengamankan’ nomor tersebut sejak JuniorGP. Situasi ini membuat Veda tak punya pilihan selain mencari identitas baru.

Pilihan akhirnya jatuh pada nomor 9. Angka ini sebenarnya juga bukan hal asing bagi Veda, karena pernah ia gunakan saat tampil di ajang nasional OnePrix sebelum meniti karier internasional.

“Saya inginnya 54, tapi sudah keduluan. Sebenarnya bingung mau pilih nomor apa waktu itu, karena memang nomorku dari kecil 54 terus. Pas di sini (Moto3) tidak bisa, di MotoGP, Moto2 juga sudah ada yang pakai 54. Di MotoGP ada Fermin, di Moto2 ada Alberto Fernandez, baru ada Jesus Rios di Moto3,” ujar Veda.

Meski awalnya bukan pilihan utama, nomor 9 justru punya filosofi khusus bagi Veda. Ia menyebut angka tersebut sebagai simbol kesempurnaan.

“Sebenarnya nomor 9, kalau lihat di media-media, lihat di Google itu nomor yang bagus. Karena sempurna, kan setelah 9 tidak ada nomor lagi. Seperti 10 saja harus 1 dan 0, terus satu sama satu (11). Lalu itu 5+4 = 9 juga, jadi ya masuk lah,” jelasnya.

Kini, nomor 9 resmi menjadi identitas barunya di Moto3 dan langsung mengiringi awal musim yang menjanjikan.

Debut Veda di seri pembuka Moto3 2026 yang berlangsung di Chang International Circuit, Thailand, Minggu (1/3/2026) pun langsung mencuri perhatian. Start dari posisi kelima, ia mampu bersaing dengan rombongan depan, bahkan sempat berada di posisi tiga dalam beberapa lap dan terlibat duel sengit melawan para pembalap berpengalaman. Hingga garis finis, Veda sukses mengamankan posisi kelima dan meraih 11 poin perdana, sebuah hasil impresif untuk seorang rookie di level kejuaraan dunia.

Kini, nomor 9 bukan sekadar pengganti, tapi awal identitas baru. Dengan debut gemilang langsung finis lima besar, angka tersebut berpotensi menjadi nomor ikonik baru bagi Veda di panggung balap dunia. Dan mungkin, suatu hari nanti akan dikenang seperti nomor-nomor legendaris lainnya.