Dominasi langsung ditunjukkan Aprilia Racing pada seri pembuka MotoGP 2026 di Chang International Circuit, Sabtu (1/3/2026). Pembalap andalan mereka, Marco Bezzecchi, tampil tanpa cela sejak start hingga finis dan mengamankan kemenangan penting di Buriram, Thailand. Ini bukan sekadar kemenangan biasa, tapi juga penegasan kekuatan Aprilia sejak awal musim.

Start dari pole position, Bezzecchi langsung mempertahankan posisi terdepan sejak tikungan pertama. Tanpa memberi celah bagi rival, pembalap Italia itu sukses mengunci kemenangan sekaligus memperpanjang tren positifnya menjadi tiga kemenangan beruntun di MotoGP, setelah sebelumnya menang di Portimão dan Valencia. Secara keseluruhan, ini menjadi kemenangan keempat Bezzecchi bersama Aprilia di kelas utama, sekaligus rekor terbanyak bagi pembalap tim tersebut.

“Kesalahan di sprint race menyadarkan saya untuk tetap tenang dan bangkit. Kemenangan di Buriram tentu sangat memuaskan. Kami bekerja dengan baik saat tes pramusim, jadi penting untuk membuktikan performa tersebut di balapan, sesuatu yang tahun lalu belum bisa kami wujudkan meski tes di sini berjalan positif,” ujar Bezzecchi. Ia menambahkan bahwa pendekatan balapan yang minim kesalahan menjadi kunci utama hasil maksimal kali ini. “Saya berusaha tampil maksimal tanpa melakukan kesalahan. Saya sangat senang dengan kemenangan ini.”

Tak hanya Bezzecchi, rekan setimnya Jorge Martín juga tampil solid. Ia sempat terlibat pertarungan ketat memperebutkan podium sebelum akhirnya finis di posisi keempat, menyamai hasil terbaiknya bersama Aprilia. Martín mengungkapkan perjalanan beratnya sebelum balapan ini, termasuk tantangan fisik dan mental yang sempat ia alami.

“Beberapa bulan lalu, saya masih butuh bantuan untuk makan. Tapi hari ini saya finis di posisi keempat. Saya sangat bahagia dan berterima kasih kepada semua orang yang membantu dan mendukung saya,” kata Martín. Ia juga mengaku menjalani persiapan mental intens selama musim dingin. “Hari ini saya tidak memasang ekspektasi tinggi, tetapi sejak awal saya merasa nyaman dan mampu bersaing dengan Marc dan Pedro,” tambahnya, merujuk pada rival seperti Marc Márquez dan Pedro Acosta.

Dominasi Aprilia semakin terasa lewat performa tim satelit Trackhouse MotoGP Team. Raúl Fernández sukses finis ketiga dan meraih podium keduanya di akhir pekan ini setelah sebelumnya juga naik podium di sprint race. Sementara rookie Ai Ogura tampil impresif lewat comeback dari posisi belakang hingga finis kelima. Hasil ini membuat empat motor Aprilia mengisi posisi lima besar, sebuah pencapaian bersejarah bagi pabrikan asal Noale tersebut.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut hasil ini sebagai buah kerja keras seluruh tim. “Senang melihat Marco melanjutkan performanya seperti akhir musim lalu. Dominasi di akhir pekan ini tentunya pencapaian yang luar biasa, dan ini adalah hasil kerja keras tim pabrikan di Noale yang selalu saya percaya,” ujarnya. Meski demikian, Rivola tetap realistis. “Ini baru balapan pertama. Para rival tentu tidak akan tinggal diam. Walau Marc jadi favorit, Aprilia ada tepat di belakangnya.”

Hasil di Buriram ini menjadi sinyal kuat bahwa Aprilia bukan lagi sekadar penantang, melainkan kandidat serius dalam perebutan gelar MotoGP 2026.