Pada awal Februari 2025 di Yokohama, Nissan Motor Co., Ltd. bersama Nissan Motorsports & Customizing Co., Ltd. (NMC) mengumumkan arah program motorsport 2026. Namun ini bukan sekadar kalender balap tahunan. Di baliknya, terdapat strategi besar.

Apa itu? Menjadikan lintasan sebagai pusat pengembangan teknologi elektrifikasi, peningkatan performa, serta pembinaan talenta teknis yang akan berdampak langsung pada kendaraan produksi massal.

1. Formula E: Laboratorium Elektrifikasi
Komitmen elektrifikasi Nissan kembali ditegaskan lewat partisipasi di ABB FIA Formula E World Championship musim 2025/26 (Season 12). Musim ini menjadi tahun kedelapan Nissan di ajang balap mobil listrik tersebut sekaligus musim terakhir era GEN3 Evo. Merupakan fase penting sebelum regulasi baru diperkenalkan.

Tim Nissan Formula E kembali mengandalkan duet Oliver Rowland (#1), juara dunia pembalap musim sebelumnya, dan Norman Nato (#23). Menggunakan Nissan e-4ORCE 05, tim fokus pada optimalisasi manajemen daya, efisiensi regenerasi energi, dan konsistensi performa dalam balapan kota yang sangat teknis. Formula E bagi Nissan bukan hanya tentang kemenangan, melainkan pengembangan sistem elektrifikasi canggih yang relevan untuk kendaraan listrik jalan raya. Mulai dari kontrol torsi presisi hingga efisiensi energi dalam kondisi ekstrem.

2. Super GT: Presisi Mesin dan Konsistensi Performa
Bagi Nissan Formula E adalah panggung elektrifikasi, sedangkan Super GT menjadi arena pengujian performa mesin pembakaran internal pada level tertinggi. Di kelas GT500, Nissan/NMC menurunkan 3 Nissan Z NISMO GT500 bersama Team Impul, NISMO, dan Kondo Racing.

Figur kunci yang terlibat dalam struktur tim antara lain Kazuyoshi Hoshino (Team Principal Team Impul), Takeshi Nakajima (Team Principal NISMO), dan Ronnie Quintarelli (NISMO Ambassador & Advisor).

Seluruh mobil menggunakan ban Bridgestone musim ini, memastikan konsistensi performa dan strategi balap yang lebih terintegrasi. Super GT tetap menjadi ajang penting untuk pengembangan aerodinamika, pendinginan mesin, hingga daya tahan komponen dalam tekanan balap jarak jauh.

3. Customer Racing: Ekosistem Global yang Solid
Nissan juga memperluas dukungan teknis untuk tim pelanggan di kelas GT3 dan GT4. Nissan GT-R NISMO GT3 tampil di berbagai ajang seperti GT World Challenge Asia dan SRO Japan Cup, sementara Nissan Z NISMO GT4 berkompetisi di Super Taikyu Series.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Nissan tidak hanya fokus pada tim pabrikan, tetapi juga membangun ekosistem balap yang berkelanjutan, memungkinkan tim independen mendapatkan dukungan teknologi langsung dari NMC.

4. Amerika Utara: Performa dan Eksperimen
Di Amerika Utara, Nissan melanjutkan kolaborasi dengan Forsberg Racing. Programnya mencakup kampanye NISMO GT-Z Concept di event otomotif seperti SEMA Show, partisipasi berkelanjutan di Formula Drift, dan ompetisi off-road seperti Mint 400. Wilayah ini menjadi ruang eksperimen bagi Nissan untuk mengeksplorasi performa ekstrem, modifikasi, serta interaksi langsung dengan komunitas otomotif.

Tak berhenti pada program yang sedang berjalan, Nissan/NMC juga mengembangkan mesin baru untuk kategori LMP2 generasi berikutnya bersama Gibson Technology, yang dijadwalkan hadir pada musim 2028. Proyek ini menegaskan visi jangka panjang Nissan dalam teknologi mesin balap berdaya tahan tinggi dan efisiensi optimal.

Lebih dari sekadar kompetisi, program motorsport Nissan 2026 mencerminkan filosofi bahwa lintasan balap adalah ruang pembuktian teknologi. Elektrifikasi diuji di Formula E, presisi performa diasah di Super GT, ekosistem pelanggan diperkuat di GT3/GT4, sementara pasar Amerika Utara menjadi laboratorium kreatif untuk eksplorasi performa.

Dengan strategi yang terstruktur dan menyeluruh, Nissan memperlihatkan bagaimana motorsport bukan hanya soal trofi, melainkan fondasi inovasi yang menghubungkan teknologi balap dengan pengalaman berkendara sehari-hari.