Ducati MX Team Indonesia melakukan perubahan strategi menjelang lanjutan ajang FMSCT Thailand Motocross 2026. Tim memutuskan merotasi line-up pembalap setelah Diva Ismayana mengalami cedera bahu pada putaran pertama yang digelar 15 Januari 2026. Usai menjalani operasi, Diva kini harus menepi sementara dari lintasan untuk menjalani proses pemulihan dan fisioterapi secara bertahap.

Alih-alih memaksakan comeback cepat, tim memilih pendekatan jangka panjang dengan memprioritaskan kondisi fisik sang pembalap. Langkah ini sekaligus menunjukkan bagaimana manajemen tim balap profesional kini semakin menempatkan faktor keselamatan dan keberlanjutan karier pembalap sebagai prioritas utama.

Sebagai pengganti Diva, Ducati MX Team Indonesia menunjuk crosser muda asal Blitar, Mohammad Zidane Alnesa Pratama. Pembalap yang dikenal dengan gaya balap agresif ini dinilai punya pengalaman kompetitif yang cukup untuk menghadapi karakter trek dan atmosfer balap internasional di Thailand.

Sementara itu, pembalap lainnya, Hilman Maksum, akan difokuskan untuk mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Nasional Motocross yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 April 2026. Strategi pembagian fokus ini dilakukan agar performa tim tetap optimal baik di level internasional maupun di kalender balap nasional.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk resmi bergabung dengan Ducati MX Team Indonesia. Kepercayaan yang diberikan kepada saya adalah tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh profesionalisme dan dedikasi. Saya siap beradaptasi, bekerja sama dengan seluruh tim, serta memberikan performa terbaik di setiap kesempatan. Bersama Ducati MX Team Indonesia, saya optimis dapat berkembang dan meraih hasil yang membanggakan. Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Saya berkomitmen untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim dan para sponsor,” ujar Zidane.

“Harapan saya ke depan adalah bisa terus berkembang bersama Ducati MX Team Indonesia, menjaga konsistensi performa, dan membangun chemistry yang kuat dengan seluruh tim. Saya ingin setiap seri menjadi proses peningkatan, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental. Untuk balapan FMSCT nanti, target utama saya adalah tampil maksimal dan kompetitif di setiap sesi. Secara pribadi, saya menargetkan bisa finis di posisi podium dan memberikan hasil terbaik bagi tim. Namun yang paling penting adalah menjaga fokus, meminimalisir kesalahan, dan menunjukkan kemajuan yang positif sepanjang event,” imbuh Zidane.

Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, menilai Zidane sebagai pembalap muda dengan potensi besar. Ia bahkan sudah mengenal karakter balap Zidane sejak keduanya tergabung dalam tim PON Jawa Timur di PON Medan 2024.

“Zidane merupakan pembalap muda yang berpotensi, serta talenta nya bagus. Saya sendiri sudah menangani Zidane sejak PON (Pekan Olahraga Nasional) Medan 2024 lalu. Saat itu, kami bergabung di team PON Jatim (Jawa Timur). Zidane merupakan pembalap pekerja keras dan punya hasrat untuk menang yang cukup tinggi. Disamping itu, disiplin diri yang cocok untuk bergabung dengan rider Ducati MX Team Indonesia saat ini, yaitu Diva Ismayana dan Hilman Maksum,” tutur Johny.

Team Principal Ducati MX Team Indonesia, Jimmy Budhijanto, menegaskan keputusan ini juga bagian dari misi jangka panjang untuk membawa pembalap Indonesia bersaing di level internasional. Dengan formasi baru ini, tim menargetkan konsistensi hasil pada seri FMSCT Thailand Motocross 2026 Round 4 dan 5 yang akan digelar pada 21–22 Maret 2026 di Mar Khanom Motocross, Nakhon Si Thammarat.

“Keputusan ini adalah bukti komitmen keseriusan kami membawa nama Indonesia ke kancah internasional dimulai dengan seri Asia. Zidane adalah pembalap yang ambisius & berbakat, akan tetapi harus kami kembangkan dengan baik, sehingga bisa menjadi “True Champion” bersama Ducati. Kami percaya proses tidak pernah mengkhianati hasil, namun tidak ada hasil yang instan. Target kami bukan hanya podium di satu seri, tetapi membangun pembalap Indonesia yang mampu bersaing dan diperhitungkan di panggung dunia,” pungkas Jimmy.