Bulan Ramadan identik dengan perubahan ritme aktivitas harian. Selain menahan lapar dan haus, banyak orang tetap harus menjalani rutinitas seperti bekerja hingga berkendara. Kondisi ini membuat pengemudi perlu lebih waspada, karena tubuh yang sedang berpuasa bisa memengaruhi konsentrasi di jalan.

Melihat kondisi tersebut, Auto2000 membagikan sejumlah tips agar pengendara tetap aman dan nyaman saat berkendara selama bulan puasa. Beberapa faktor seperti dehidrasi, rasa kantuk, perubahan emosi, hingga kemacetan menjelang waktu berbuka menjadi hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap terkendali.

Salah satu yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Selama lebih dari 12 jam tidak minum, cairan tubuh bisa berkurang dan memicu gejala seperti pusing, sakit kepala hingga lemas. Untuk mencegahnya, pengemudi disarankan memenuhi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2, yakni dua gelas air saat sahur, empat gelas saat berbuka, dan dua gelas sebelum tidur. Mengurangi minuman berkafein serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran juga membantu menjaga tubuh tetap segar.

Selain itu, serangan kantuk kerap muncul pada siang hingga sore hari, terutama sekitar pukul 13.00–16.00. Perubahan pola tidur dan metabolisme saat puasa membuat kondisi ini sulit dihindari. Cara mengatasinya antara lain dengan menjaga waktu tidur minimal enam jam di malam hari, menghindari aktivitas berlebihan di malam hari, serta melakukan power nap sekitar 30 menit agar tubuh kembali segar sebelum melanjutkan aktivitas.

Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah perubahan emosi. Saat kadar gula darah menurun, sebagian orang bisa menjadi lebih mudah tersinggung atau kurang sabar. Untuk menjaga suasana hati tetap stabil saat berkendara, penting memastikan tidur cukup, mengonsumsi makanan tinggi serat dan protein saat sahur, serta menghindari makanan tinggi gula yang bisa membuat energi cepat turun. Mendengarkan musik favorit juga bisa membantu menjaga emosi tetap stabil di perjalanan.

Menjelang waktu berbuka, kemacetan juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak pengendara berlomba pulang sebelum adzan magrib, sehingga jalanan menjadi lebih padat. Jika memungkinkan, pengemudi bisa berbuka puasa lebih dulu di kantor atau tempat yang aman sebelum melanjutkan perjalanan. Bila harus berbuka di jalan, sebaiknya berhenti di tempat yang aman seperti rest area dan tidak parkir sembarangan agar tidak menambah kemacetan.

“Sejalan visi Life is Easy with Auto2000: Dekat, Nyaman, dan Lengkap, kami mendukung mobilitas AutoFamily yang ingin menjalankan ibadah puasa dengan baik dan tanpa kendala. Cukup dengan booking via Auto2000 Digiroom, AutoFamily bisa memulai persiapan mudik Lebaran aman dan nyaman dengan servis berkala di bengkel Auto2000,” ujar Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.

Selain itu, AutoFamily juga bisa memanfaatkan layanan Booking Service melalui aplikasi Auto2000 Digiroom untuk melakukan servis berkala. Menariknya, setiap servis yang dilakukan lewat aplikasi tersebut memberikan bonus 20.000 Astrapoints, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keuntungan lainnya.