Kinerja keuangan Audi pada tahun fiskal 2025 menunjukkan ketahanan di tengah tekanan industri otomotif global. Produsen mobil premium asal Jerman ini membukukan pendapatan sebesar 65,5 miliar euro, meningkat dibandingkan 64,5 miliar euro pada 2024. Di saat yang sama, Audi tetap menjaga arus kas yang solid meski menghadapi berbagai tantangan eksternal.

Laba operasional Audi tercatat mencapai 3,4 miliar euro. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang menyentuh 3,9 miliar euro, namun tetap berada dalam koridor target perusahaan. Margin operasional pun turun menjadi 5,1 persen dari sebelumnya 6,0 persen.

Salah satu faktor yang memberi tekanan signifikan terhadap kinerja ini adalah tarif impor Amerika Serikat. Kebijakan tersebut berdampak sekitar 1,2 miliar euro terhadap hasil operasional perusahaan. Selain itu, Audi juga menghadapi beban tambahan terkait kepatuhan regulasi emisi CO₂ serta penyesuaian pengembangan platform kendaraan listrik.

Di tengah situasi tersebut, disiplin biaya dan pengelolaan investasi menjadi kunci. Audi mencatat arus kas bersih sebesar 3,42 miliar euro, naik sekitar 11,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa strategi efisiensi perusahaan masih berjalan efektif.

Audi juga tetap memberikan apresiasi kepada para karyawannya. Pekerja di fasilitas produksi Jerman akan menerima pembagian keuntungan sebesar 1.740 euro per orang. Selain itu, perusahaan juga menyetor tambahan 1.100 euro ke program pensiun karyawan.

Memasuki 2026, Audi memperkirakan pendapatan berada di kisaran 63 hingga 68 miliar euro. Margin operasional diproyeksikan berada pada rentang 6 hingga 8 persen, sementara arus kas bersih diperkirakan mencapai 3 hingga 4 miliar euro.