Data Kementerian Perhubungan menyebutkan, sekitar 76,24 juta orang melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil. Lonjakan ini otomatis membuat jalur tol utama makin padat, terutama saat puncak arus mudik.
Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026. Di periode ini, waktu tempuh perjalanan dipastikan bakal lebih lama dari biasanya. Artinya, pengemudi dituntut ekstra fokus dan menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama di jalan.
Dengan durasi berkendara yang lebih panjang, risiko kelelahan jadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Para pengendara disarankan untuk beristirahat setiap 2–3 jam sekali guna menjaga konsentrasi dan menghindari potensi kecelakaan akibat microsleep.
Kondisi lalu lintas yang padat juga membuat kendaraan bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini terutama terjadi di jalur-jalur favorit seperti Tol Jakarta–Cikampek, yang mencatat lebih dari 75 ribu kendaraan melintas dalam sehari, meningkat sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, menegaskan bahwa perjalanan panjang dalam kondisi macet membutuhkan kesiapan ekstra, baik dari sisi pengemudi maupun kendaraan.
“Kami memahami banyak masyarakat yang mudik dengan mobil dan harus menempuh perjalanan jauh di tengah lalu lintas yang padat. Kehadiran Selasar Fastron di rest area seperti KM 57 diharapkan dapat menjadi tempat singgah bagi pemudik untuk beristirahat sejenak agar dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih segar, aman, dan kendaraan tetap dalam kondisi prima,” ujar Sigit.
Selain menjaga stamina, memastikan kondisi kendaraan tetap optimal juga jadi kunci perjalanan aman. Mesin yang terus bekerja dalam kemacetan berpotensi mengalami peningkatan suhu dan gesekan, sehingga membutuhkan pelumas yang optimal untuk menjaga performa tetap stabil.
Dengan potensi lonjakan pemudik yang sangat besar tahun ini, kombinasi antara manajemen waktu perjalanan, istirahat yang cukup, dan kesiapan kendaraan jadi faktor penting agar perjalanan mudik tetap nyaman dan selamat sampai tujuan. ![]()
