Perjalanan mudik jarak jauh bukan cuma menguras tenaga pengemudi, tapi juga bikin kendaraan bekerja lebih keras dari biasanya. Apalagi saat menghadapi kemacetan panjang di jalur tol, di mana mesin harus terus menyala dalam waktu lama dengan kondisi stop-and-go.

Situasi seperti ini membuat peran oli mesin jadi semakin krusial. Bukan sekadar pelumas, oli berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil sekaligus melindungi komponen dari gesekan berlebih yang bisa mempercepat keausan.

Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, menegaskan bahwa kondisi lalu lintas padat saat mudik membuat kendaraan mengalami beban kerja yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan harian.

“Dalam situasi seperti ini, kondisi oli mesin menjadi penting karena membantu menjaga suhu mesin tetap stabil sekaligus melindungi komponen kendaraan dari gesekan berlebih. Oleh karena itu, kami juga menyediakan layanan ganti oli,” jelasnya.

Data di lapangan juga menunjukkan tingginya beban kendaraan saat arus mudik. Di jalur Tol Jakarta–Cikampek, misalnya, tercatat lebih dari 75 ribu kendaraan melintas dalam satu hari, meningkat sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini membuat mesin kendaraan harus bekerja ekstra di tengah kepadatan lalu lintas.

Jika oli dalam kondisi tidak optimal, risiko overheat hingga penurunan performa mesin bisa meningkat. Dalam jangka panjang, hal ini juga bisa berdampak pada kerusakan komponen yang tentunya merugikan pemilik kendaraan, terutama saat perjalanan jauh.

Karena itu, sebelum berangkat mudik, penting untuk memastikan kondisi oli masih layak pakai atau bahkan menggantinya jika diperlukan. Pemeriksaan sederhana ini bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar untuk menjaga performa kendaraan tetap prima sepanjang perjalanan.

Sebagai tambahan, pemudik juga bisa memanfaatkan layanan ganti oli yang tersedia di sejumlah rest area. Dengan begitu, perjalanan bisa dilanjutkan dengan lebih tenang tanpa khawatir kondisi mesin menurun di tengah jalan.