Di tengah persaingan mobil listrik global yang makin ketat, Leapmotor justru memilih jalur yang tak biasa. Mereka tak hanya fokus jualan mobil listrik, namun juga membangun fondasi teknologi dari nol, mulai dari ‘otak’ sampai ‘jantung’-nya kendaraan.

Sejak berdiri pada 2015, Leapmotor memang memposisikan diri sebagai perusahaan teknologi otomotif. Artinya, mereka tak bergantung penuh pada pemasok luar. Hampir semua komponen inti mulai dari sistem baterai, motor listrik, arsitektur kendaraan, sampai perangkat lunak dikembangkan secara mandiri.

Pendekatan ini membuat Leapmotor punya satu keunggulan yang jarang dimiliki pemain lain, yaitu integrasi penuh antara hardware dan software.

CEO sekaligus founder Leapmotor, Zhu Jiangming, sebelumnya menegaskan bahwa kemampuan mengembangkan teknologi sendiri adalah kunci utama untuk bersaing di level global. Dengan kontrol penuh atas R&D, perusahaan bisa bergerak lebih cepat dalam inovasi tanpa harus bergantung pada pihak ketiga.

Bukan cuma soal inovasi, strategi ini juga berdampak langsung ke efisiensi biaya. Dengan semua sistem dikembangkan sendiri, Leapmotor bisa memangkas biaya produksi sekaligus menjaga kualitas tetap konsisten. Ini jadi salah satu alasan kenapa mereka bisa tumbuh agresif dalam beberapa tahun terakhir.

Leapmotor juga sudah mengembangkan berbagai model kendaraan listrik seperti T03, C11, C01 hingga model terbaru seperti C10 dan C16. Semua model ini dibangun di atas platform teknologi LEAP 3.0 dan 3.5, yang dirancang untuk memenuhi standar global baik dari sisi efisiensi maupun keselamatan.

Masuknya Leapmotor ke Indonesia melalui PT Indomobil National Distributor juga jadi bagian dari strategi ekspansi global mereka.