Kata bapak kita dulu, ada tiga cara konvensional untuk membaca sebuah mobil. Cukup melihat tenaganya, mengecek torsi, lalu menyimpulkan performanya. Pada S-Class terbaru dari Mercedes-Benz, pendekatan tersebut tidak lagi cukup. Tiga mesin yang ditawarkan yaitu OM656 Evo, M256, dan M177 Evo, mewakili pendekatan teknis yang berbeda terhadap performa dan efisiensi.
Ketiganya tidak saling menggantikan, tetapi ditawarkan berdampingan dalam satu platform.
1. OM 656 Evo (Diesel)
Fokus utama mesin ini adalah efisiensi, daya jelajah, dan kestabilan performa untuk penggunaan jarak jauh. Mesin ini menggunakan konfigurasi 3.0L inline-6 diesel dengan turbocharger. Output berada di kisaran ±313 hp dan torsi ±650 Nm.

Karakter utamanya adalah torsi besar di putaran rendah, sehingga akselerasi awal terasa ringan tanpa perlu putaran tinggi. Konsumsi bahan bakar lebih efisien dibanding mesin bensin.
OM656 Evo dilengkapi sistem common-rail injection, exhaust gas recirculation (EGR), diesel particulate filter (DPF), serta selective catalytic reduction (SCR) dengan AdBlue. Pada versi Evo, terdapat peningkatan pada sistem emisi, termasuk electrically heated catalytic converter untuk meningkatkan efisiensi saat cold start.
2. M 256 Evo (Inline)
M 256 Evo merupakan mesin bensin dengan pendekatan keseimbangan antara performa dan efisiensi. Mesin ini menggunakan konfigurasi 3.0L inline-6 turbo dengan sistem 48V mild hybrid (EQ Boost). Output tenaga berada di kisaran 381-449 hp dan torsi hingga ±600 Nm, tergantung varian.

Karakter tenaga bersifat linear dari putaran bawah hingga atas, dengan distribusi tenaga dan torsi yang merata. Mesin ini berada di posisi tengah dalam hal performa dan efisiensi.
Sistem integrated starter generator (ISG) memberikan tambahan tenaga saat akselerasi, membantu mengurangi turbo lag, serta memungkinkan fungsi start-stop dan coasting bekerja lebih halus. Pada beberapa varian, digunakan electric auxiliary compressor untuk meningkatkan respons pada putaran rendah.
3. M 177 Evo (V8)
Mesin ini menggunakan konfigurasi 4.0L V8 twin-turbo dengan layout hot-V (turbocharger berada di dalam sudut V). Output tenaga berada di kisaran ±500-537 hp dengan torsi hingga ±750 Nm, tergantung varian.

Versi Evo menghadirkan peningkatan pada sistem pembakaran, aliran udara, dan respons mesin. Turbocharger twin-scroll digunakan untuk meningkatkan efisiensi aliran gas buang dan respons akselerasi. Sistem 48V mild hybrid tetap digunakan untuk mendukung efisiensi dan memberikan tambahan tenaga saat diperlukan.
Respons throttle paling cepat di antara ketiganya, dengan tenaga besar yang tersedia di seluruh rentang putaran. Tenaga pada putaran atas lebih dominan dibanding M 256 Evo, dan karakter akselerasi lebih agresif.
Secara keseluruhan, ketiga mesin ini tidak saling menggantikan, tetapi memberikan pilihan karakter berkendara yang berbeda dalam satu platform S-Class:
– OM 656 Evo fokus pada efisiensi dan torsi rendah.
– M 256 Evo menawarkan keseimbangan performa dan teknologi.
– M 177 Evo menempatkan performa sebagai prioritas utama.
Ketiga mesin ini tidak berada dalam hirarki “entry–mid–top”, tetapi merupakan tiga pendekatan teknis yang berbeda dalam satu model. Dalam konteks industri yang bergerak menuju elektrifikasi, strategi ini menunjukkan bahwa variasi karakter mesin masih dipertahankan sebagai bagian dari diferensiasi produk. ![]()
