Mobil hybrid belakangan makin digemari, terutama buat yang ingin efisiensi tanpa harus kompromi soal performa. LIneup hibrida dari Toyota seperti Veloz Hybrid dan Kijang Innova Zenix Hybrid jadi bukti kalau teknologi ramah lingkungan sekarang makin relevan buat kebutuhan harian.
Tapi ada satu kesalahan klasik yang masih sering kejadian, yaitu asal pilih bensin.
“Salah satu hal penting dari sebuah mobil hybrid adalah mesin bensin yang efisien tetapi tetap bertenaga. Di bawah kap mesin, tersemat teknologi canggih Dual VVT-i atau katup variabel dengan rasio kompresi mesinnya di atas 13:1. Pada New Kijang Innova Zenix Hybrid EV, mesinnya mengaplikasikan teknologi Dynamic Force Engine. Bensin sesuai rekomendasi Toyota menjaga proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin agar optimal dan menghasilkan tenaga sesuai kebutuhan,“ kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.
Perlu dicatat, mesin hybrid Toyota punya rasio kompresi tinggi. Artinya, butuh bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai supaya pembakaran di dalam mesin bisa berjalan ideal.
Kalau tetap diisi BBM dengan oktan lebih rendah, efeknya bukan cuma sekadar beda rasa berkendara. Mesin bisa terasa berat, respons melambat, bahkan kehilangan tenaga di momen penting.
Biasanya, pengemudi bakal injak gas lebih dalam untuk mengompensasi tenaga yang hilang. Akibatnya, konsumsi BBM justru ikut naik.
Di sinilah ironi terjadi. Mobil yang harusnya hemat malah jadi boros cuma karena salah pilih bahan bakar.
Sebagai acuan, mobil hybrid Toyota umumnya direkomendasikan menggunakan BBM dengan RON minimal 91 agar performa tetap terjaga dan efisien. ![]()
