Hyundai Motorsport menghadapi tantangan unik jelang Croatia Rally 2026, setelah perubahan lokasi ke sekitar Rijeka membuat banyak data historis tak lagi relevan. Bagi tim yang biasanya mengandalkan referensi detail dari tahun-tahun sebelumnya, kondisi ini memaksa pendekatan berbeda sejak awal.
Dalam era modern World Rally Championship, data stage menjadi fondasi utama untuk menentukan setup mobil, strategi ban, hingga pembuatan pace notes. Namun dengan karakter lintasan baru yang belum pernah digunakan sebelumnya, Hyundai dan para rivalnya harus membangun pemahaman dari nol. Mengandalkan feeling, adaptasi cepat, dan pembacaan grip secara instan.
Total 300,28 km lintasan tarmac di Kroasia menghadirkan kombinasi kompleks: jalan pesisir cepat di tepi Laut Adriatik hingga jalur pegunungan yang sempit dan teknis. Dalam satu stage, pembalap bisa menghadapi beberapa jenis aspal dengan tingkat grip berbeda, membuat konsistensi menjadi tantangan utama sepanjang reli.
Situasi ini datang di momen yang belum sepenuhnya ideal bagi Hyundai. Pengembangan Hyundai i20 N Rally1 masih berlangsung secara bertahap, dengan sejumlah revisi belum sepenuhnya diterapkan. Artinya, tim harus beradaptasi dengan kondisi lintasan baru sambil terus menyempurnakan performa mobil di atas aspal.

Di sisi pembalap, Thierry Neuville tetap menjadi andalan berkat pengalamannya di Kroasia. Namun kondisi lintasan baru berpotensi menghapus keunggulan tersebut. Sementara itu, Adrien Fourmaux dan Hayden Paddon memanfaatkan reli ini sebagai momentum untuk membangun ritme dan kepercayaan diri di atas permukaan tarmac yang sulit diprediksi.
Dengan margin kemenangan di Kroasia yang kerap ditentukan dalam hitungan detik, faktor kecil seperti perubahan grip atau kesalahan membaca tikungan bisa berdampak besar. Dalam kondisi di mana data tak lagi menjadi pegangan utama, reli ini akan ditentukan oleh kemampuan beradaptasi. Siapa the fastest memahami lintasan, dialah yang berpeluang bertahan di papan atas. ![]()
