Foton mulai serius menggarap pasar kendaraan komersial listrik di Indonesia. Lewat ajang GIICOMVEC 2026, pabrikan asal Tiongkok ini menampilkan dua model utama yang diklaim siap menjawab kebutuhan operasional bisnis modern, yakni eTUNLAND dan eVIEW CONNECT.
Kehadiran dua model ini jadi bagian dari strategi Foton untuk mendorong efisiensi, sekaligus transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan. Dalam pernyataannya, Luis Huo dari Foton Global menegaskan bahwa perusahaan ingin menghadirkan kendaraan komersial yang relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini.
Hal serupa juga disampaikan COO Foton Indonesia, Edi Napis. Ia melihat Indonesia sebagai pasar strategis untuk kendaraan komersial listrik, terutama karena kebutuhan efisiensi operasional terus meningkat.
“Melalui kehadiran eTUNLAND dan eVIEW CONNECT, kami ingin memberikan solusi yang tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga pada efisiensi bisnis secara menyeluruh. Foton hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha dalam menghadapi transformasi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan,” jelas Edi.

Fokus utama tentu ada di eTUNLAND. Ini adalah double cabin listrik dengan sistem penggerak 4×4, konfigurasi yang jarang di segmen EV komersial saat ini. Tenaganya mencapai 114 HP dengan torsi 290 Nm, cukup untuk kebutuhan operasional di berbagai kondisi, termasuk area semi-industri atau medan yang lebih menantang. Baterai 88 kWh yang diusungnya diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 km dalam penggunaan nyata, menjadikannya relevan untuk aktivitas harian tanpa sering isi ulang.
Untuk mendukung ritme kerja bisnis yang cepat, eTUNLAND sudah dibekali DC fast charging yang bisa mengisi daya dalam waktu sekitar 42 menit. Selain itu, tersedia juga opsi pengisian AC untuk fleksibilitas. Dari sisi durabilitas, baterai LFP dengan sistem liquid cooling jadi andalan untuk menjaga stabilitas performa dalam jangka panjang. Dengan wheelbase 3.110 mm dan GVW 3.200 kg, mobil ini juga menawarkan kapasitas angkut yang kompetitif. Harga yang ditawarkan berada di angka Rp 780 juta (OTR Jakarta).

Di sisi lain, eVIEW CONNECT hadir dengan pendekatan berbeda. Model ini berbasis van listrik yang difokuskan untuk kebutuhan distribusi perkotaan, terutama last mile delivery. Dimensinya lebih kompak, tapi tetap punya ruang kargo yang fungsional untuk operasional harian di area urban yang padat.

Dari segi performa, eVIEW CONNECT dibekali baterai sekitar 50 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km (WLTC). Cukup untuk menunjang aktivitas distribusi seharian penuh, terutama dengan pola stop-and-go khas kota besar. Waktu pengisian cepatnya juga relatif singkat, sekitar 35 menit, sehingga downtime bisa ditekan seminimal mungkin. Fitur tambahan seperti sistem monitoring kendaraan, keselamatan aktif, hingga kontrol berbasis layar juga disematkan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Lewat dua model ini, Foton mencoba menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif: bukan hanya kendaraan, tapi solusi bisnis berbasis efisiensi. Di GIICOMVEC 2026, mereka juga membawa lini lain seperti eTRUCKMATE, eMILER, hingga eAUMARK 14 Ton sebagai bagian dari ekosistem kendaraan komersial listrik yang lebih luas. ![]()
