Balapan utama MotoGP Spanyol 2026 di Circuito de Jerez – Ángel Nieto berubah jadi mimpi buruk buat tim pabrikan Ducati Lenovo Team. Setelah tampil dominan di Sprint Race sehari sebelumnya, hasil balapan hari Minggu justru berbanding terbalik. DI mana dua rider andalan mereka, Marc Márquez dan Francesco Bagnaia, sama-sama gagal finis (DNF).

Start dari pole position, Marc Márquez sebenarnya langsung tancap gas dan memimpin sejak tikungan pertama. Namun, situasi berubah cepat ketika ia disalip sang adik, Alex Márquez. Tak lama setelah itu, Marc kehilangan grip bagian depan motornya di tikungan 11 dan terjatuh pada lap kedua, mengakhiri balapan lebih cepat dari yang diharapkan.

Di sisi lain, Francesco Bagnaia juga tak bernasib lebih baik. Start yang kurang maksimal membuatnya sempat turun posisi, meski perlahan bisa memperbaiki posisi hingga masuk 10 besar. Sayangnya, masalah teknis pada motor membuat performanya menurun drastis sebelum akhirnya harus masuk pit dan dinyatakan gagal finis pada lap ke-13.

Ironisnya, kemenangan justru diamankan oleh Alex Márquez bersama tim satelit Gresini Racing Team. Sementara podium ketiga diraih oleh Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team, menambah kontras hasil antara tim pabrikan Ducati dan tim satelit mereka.

Hasil ini membuat posisi Marc Márquez di klasemen sementara turun ke peringkat lima dengan 57 poin. Bagnaia berada di posisi sembilan, tertinggal 23 poin dari rekan setimnya. Secara tim, Ducati Lenovo Team kini berada di peringkat lima klasemen tim dengan 91 poin, sementara Ducati masih menempati posisi kedua di klasemen konstruktor dengan total 106 poin.

Meski hasil balapan mengecewakan, kedua pembalap tetap melihat sisi positif dari akhir pekan di Jerez. Marc mengaku kondisi fisiknya baik, meski menyesalkan kesalahan kecil yang berujung crash. Ia juga menyebut ini sebagai akhir pekan terkuat Ducati musim ini, meski masih ada pekerjaan rumah untuk performa di kondisi kering.

Bagnaia pun mengungkapkan hal serupa. Ia merasa punya pace yang cukup untuk finis di tujuh besar, sebelum masalah teknis mengganggu performa motornya sejak awal lomba. Ia optimistis masalah tersebut tidak akan terulang, dan tim akan memanfaatkan sesi tes resmi di Jerez untuk mengevaluasi serta mencari solusi sebelum seri berikutnya di Le Mans pada 8–10 Mei.