PT Toyota-Astra Motor (TAM) kembali memperluas keterlibatannya di dunia olahraga Asia lewat pengumuman terbaru Global Team Toyota Athletes (GTTA).
Menariknya, Indonesia kini ikut masuk dalam jajaran tersebut melalui sosok atlet para cycling Muhammad Fadli Imamuddin yang akan menjadi bagian dari perjalanan menuju Asian Games dan Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Bukan sekadar program sponsorship biasa, GTTA dibentuk Toyota sebagai ruang kolaborasi antara atlet dan gerakan sosial yang lebih luas. Fokusnya bukan hanya soal podium atau medali, tetapi bagaimana olahraga bisa menjadi medium untuk membuka akses, mendorong inklusivitas, sekaligus memberi dampak nyata di komunitas.
“Melalui Global Team Toyota Athletes (GTTA), kami mendukung para atlet berprestasi yang tidak hanya mewakili cabang olahraga yang mereka kuasai, tetapi juga mewujudkan kekuatan bersama yang mendukung gerakan komunitas di luar kompetisi lewat berbagai inisiatif program yang menginspirasi semua orang untuk bergerak bersama,” terang Bansar Maduma, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Program ini sendiri merupakan kelanjutan dari inisiatif Start Your Impossible yang diperkenalkan Toyota sejak 2018, bertepatan dengan transformasi perusahaan menjadi mobility company. Lewat kampanye tersebut, Toyota mulai lebih aktif mengangkat cerita perjuangan atlet Olimpiade dan Paralimpiade sebagai representasi semangat menembus batas dan menghadapi situasi yang dianggap mustahil.
Sejak saat itu, Toyota sudah bekerja sama dengan lebih dari 20 atlet Asia dalam jaringan Global Team Toyota Athletes. Salah satu pendekatan yang terus dijalankan adalah Dual Hero Projects, yakni program pendampingan antara atlet dan proyek sosial yang mereka pilih sendiri untuk diwujudkan di masyarakat.
Nama Muhammad Fadli Imamuddin menjadi salah satu figur yang dianggap merepresentasikan semangat tersebut. Sebelum dikenal sebagai atlet para cycling Indonesia, Fadli lebih dulu meniti karier sebagai pembalap motor profesional. Namun insiden balap pada 2015 mengubah arah hidupnya secara drastis.
Alih-alih berhenti, Fadli justru memulai fase baru di dunia olahraga lewat para cycling. Setelah menjalani masa pemulihan yang panjang, ia kembali berkompetisi pada 2017 dan perlahan membangun reputasi di level internasional. Puncaknya, Fadli sukses meraih medali emas ASEAN Para Games 2025.
Di luar arena balap dan kompetisi, Fadli juga aktif membina pembalap muda melalui sekolah balap motor miliknya. Peran inilah yang membuat kehadirannya di GTTA terasa relevan dengan pendekatan Toyota yang menempatkan atlet bukan hanya sebagai simbol prestasi, tetapi juga penggerak komunitas.
“Melalui olahraga, advokasi, dan kegiatan lokal yang menjangkau banyak orang, Global Team Toyota Athletes (GTTA) mencerminkan semangat dimana mobilitas bergerak melampaui batasan untuk menciptakan akses, peluang, dan kemajuan dalam komunitas. Merupakan kehormatan bagi kami untuk berdiri di samping para atlet yang terus menginspirasi dan menunjukkan seberapa jauh dedikasi dan keberanian dapat membawa mereka, baik dalam kompetisi maupun di masyarakat,” jelas Hiroyuki Oide, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Untuk persiapan menuju Asian Games dan Asian Para Games 2026, Toyota Motor Asia mendukung tujuh atlet dari enam negara Asia Tenggara. Selain Fadli dari Indonesia, daftar tersebut juga diisi nama-nama besar seperti Carlos Yulo dari Filipina untuk cabang gymnastics, Kunlavut Vitidsarn dari Thailand untuk badminton, hingga Lê Vãn Công dari Vietnam di cabang para powerlifting. ![]()
Daftar Global Team Toyota Athletes Asia Tenggara
- Muhammad Fadli Imamuddin – Indonesia (Para Cycling)
- Muhammad Ammar Aiman Nor Azmi – Malaysia (Para Athletics)
- Carlos Yulo – Filipina (Gymnastics)
- Ernie Gawilan – Filipina (Para Swimming)
- Toh Wei Soong – Singapura (Para Swimming)
- Kunlavut Vitidsarn – Thailand (Badminton)
- Lê Vãn Công – Vietnam (Para Powerlifting)
