Motor listrik sekarang bukan lagi barang asing di jalanan Jakarta dan kota penyangga sekitarnya. Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan ini pelan-pelan masuk ke rutinitas harian masyarakat urban.

Selain bebas emisi saat digunakan, motor listrik dianggap lebih praktis untuk penggunaan harian dengan jarak pendek sampai menengah.

Namun di balik pertumbuhan penggunaannya, masih banyak pengendara yang memperlakukan motor listrik seperti motor bensin biasa. Padahal ada beberapa kebiasaan kecil yang justru cukup menentukan efisiensi daya dan usia pakai baterai.

PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta-Tangerang, melihat hal itu sebagai bagian dari proses adaptasi pengguna baru kendaraan listrik. Saat ini WMS memasarkan beberapa model motor listrik Honda seperti EM1 e:, ICON e:, dan CUV e: yang ditujukan untuk mobilitas perkotaan.

Menurut Wahyu Budhi, Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, salah satu hal paling mendasar ada pada cara membuka gas saat berkendara.

“Sepeda motor listrik Honda memiliki karakter tarikan yang halus dan responsif. Karena itu, pengguna disarankan membuka tuas gas secara bertahap dan memperhatikan pola berkendara tetap stabil agar penggunaan daya baterai lebih efisien dan perjalanan terasa nyaman,” ujar Wahyu.

Karakter torsi instan pada motor listrik memang membuat kendaraan terasa responsif sejak putaran awal. Buat pengguna yang baru pindah dari motor bensin, respons ini sering bikin refleks menarik gas lebih spontan. Padahal penggunaan throttle yang lebih halus justru membantu motor terasa stabil sekaligus menjaga konsumsi daya tetap efisien.

Perhatian lain ada di pola pengisian daya baterai. Pengguna disarankan menjaga kapasitas baterai di kisaran 20 hingga 80 persen dan tidak terlalu sering membiarkannya kosong total. Kebiasaan seperti ini dianggap penting untuk membantu menjaga performa baterai dalam pemakaian jangka panjang.

Selain itu, gaya berkendara yang terlalu agresif juga bisa memengaruhi efisiensi penggunaan daya. Kecepatan yang dijaga stabil membuat konsumsi baterai lebih terukur, terutama untuk penggunaan dalam kota yang didominasi kondisi stop and go.

Hal yang sering luput justru datang dari kebiasaan sehari-hari seperti membawa barang terlalu berat atau mencuci kendaraan menggunakan semprotan bertekanan tinggi. Beban berlebih bisa membuat daya baterai lebih cepat habis, sementara penggunaan steam berisiko mengganggu komponen kelistrikan motor.

Karena itu, perawatan rutin tetap jadi bagian penting dalam penggunaan motor listrik. Pemeriksaan berkala dibutuhkan untuk memastikan sistem pengereman, kondisi baterai, dan perangkat kelistrikan tetap bekerja optimal.

Untuk mendukung kebutuhan pengguna motor listrik Honda, WMS saat ini menghadirkan 118 jaringan dealer Honda e: Shop di area Jakarta-Tangerang. Jaringan ini menyediakan layanan pembelian unit, servis berkala, pengecekan sistem kelistrikan, hingga penggantian suku cadang asli Honda.

“Melalui jaringan Honda e: Shop dan AHASS, konsumen bisa mendapatkan layanan lengkap mulai dari pembelian unit, servis berkala, pengecekan sistem kelistrikan, hingga penggantian suku cadang asli Honda. Bahkan di beberapa wilayah juga tersedia fasilitas Battery Swap agar penggunaan motor listrik menjadi lebih praktis,” jelas Benedictus F. Maharanto, Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati.

Selain jaringan servis, Honda juga menyediakan fasilitas Battery Swap melalui Mobile Power Pack Exchanger (BEX) yang tersedia di 18 titik Jakarta-Tangerang. Pengguna yang mengalami kendala di perjalanan juga bisa memanfaatkan layanan darurat Honda Care.