Reli panjang dan cuaca berubah-ubah menjadi tantangan utama Hyundai Shell Mobis World Rally Team pada hari pertama Rally Japan 2026, Jumat (29/5). Meski sempat menunjukkan performa menjanjikan di pagi hari, trio Hyundai harus puas mengakhiri etape pembuka di luar posisi podium sementara.

Pereli andalan Hyundai, Thierry Neuville bersama navigator Martijn Wydaeghe, menutup hari pertama di posisi kelima klasemen umum. Duet Belgia tersebut sempat tampil kompetitif pada loop pagi dan mencatatkan waktu tercepat ketiga di SS3 Inabu-Shitara 1, hanya terpaut 4,9 detik dari pemenang stage.

Namun perubahan kondisi lintasan membuat performa Hyundai menurun pada loop sore. Penggunaan ban kompon keras di lintasan yang mulai mengering justru memunculkan masalah understeer dan kehilangan grip roda depan pada Hyundai i20 N Rally1.

“Secara umum pada loop pagi saya tidak terlalu kesulitan seperti yang saya perkirakan. Mobil terasa lebih seimbang dan saya lebih percaya diri. Tapi saat memakai ban hard di sore hari, setiap kali mencoba lebih agresif saya justru mengalami understeer,” ujar Neuville.

Reli Jepang tahun ini memang langsung menghadirkan tantangan sejak etape awal. Hujan semalam membuat beberapa bagian lintasan masih lembap dan kotor pada pagi hari, sehingga mayoritas pereli memilih memakai ban soft compound. Hyundai sendiri sempat memanfaatkan kondisi tersebut dengan cukup baik di awal lomba.

Adrien Fourmaux dan Alexandre Coria juga mengalami hari yang tidak mudah. Pereli asal Prancis itu kesulitan menemukan setelan ideal saat lintasan berubah dari lembap menjadi kering. Meski demikian, Fourmaux mampu bangkit pada stage kedua Asuke dan mencatatkan waktu kompetitif lima besar.

“Pagi tadi sangat menantang karena saat recce lintasan benar-benar kering, lalu setelah hujan kondisinya berubah total. Sore hari sebenarnya lebih baik dan saya mulai lebih menikmati mobilnya, tetapi kami masih perlu meningkatkan performa,” kata Fourmaux.

Sementara itu, Hayden Paddon dan John Kennard yang kembali tampil di Jepang harus puas berada di posisi kedelapan. Pemilihan ban hard pada pagi hari menjadi kerugian besar bagi pasangan Selandia Baru tersebut, terutama ketika lintasan masih licin dan penuh lumpur. “Kami salah membaca kondisi lintasan pagi tadi. Saya pikir trek akan jauh lebih cepat mengering. Dengan ban hard di permukaan lembap, saya benar-benar kesulitan mendapatkan feeling,” ujar Paddon.

Sporting Director Hyundai Motorsport, Andrew Wheatley, mengakui hasil hari pertama belum sesuai harapan tim. Meski begitu, Hyundai tetap optimistis bisa bangkit pada Sabtu karena karakter lintasan diperkirakan lebih abrasif dan sepenuhnya kering.“Hari ini belum memberikan performa yang kami inginkan, tetapi tim sudah bekerja luar biasa dalam menghadapi perubahan kondisi. Besok lintasan kemungkinan lebih kering dan kami masih punya peluang untuk kembali bersaing menuju podium,” kata Wheatley.

Hingga akhir hari pertama, Elfyn Evans dari Toyota Gazoo Racing memimpin klasemen sementara Rally Japan 2026 dengan keunggulan 15,7 detik atas Oliver Solberg. Neuville berada di posisi kelima dengan selisih 58,2 detik dari pemimpin reli.

Hari kedua Rally Japan akan menghadirkan total 120,22 km special stage, termasuk dua kali lintasan Obara, Ena, Mt Kasagi, serta superspecial Fujioka yang diperkirakan kembali berlangsung dalam suhu tinggi.