Beberapa waktu belakangan, museum date menjadi salah satu cara baru menikmati akhir pekan di Jakarta.
PT Honda Prospect Motor (HPM) pun tak ingin ketinggalan tren tersebut lewat gelaran bertajuk Honda Culture at Vault yang berlangsung pada 26–31 Mei 2026 di Vault Automotive Museum, CIpete, Jakarta Selatan.

Acara yang terbuka gratis untuk umum ini mengubah museum otomotif menjadi ruang untuk menjelajahi perjalanan sebuah merek yang telah melewati beberapa generasi penggemar.
Alih-alih menata lineup mobil sebagai objek pajangan yang berdiri sendiri, HPM menghadirkan cerita-cerita yang membentuknya. Mulai dari dunia motorsport, kultur modifikasi, street racing, hingga pengaruh budaya pop Jepang yang ikut memberi warna pada perjalanan berbagai model ikonik Honda.
Di lantai pertama, tema Culture of Performance menjadi titik temu bagi nama-nama yang selama bertahun-tahun hidup dalam poster kamar, forum internet, hingga garasi para kolektor. Pengunjung dapat melihat Honda Prelude dari berbagai generasi, Honda Integra, Honda S2000, Civic Type-R (FL5) hingga Honda NSX.
Bagi yang tumbuh bersama kultur performa Jepang, area ini menawarkan lebih dari sekadar melihat mobil dari dekat. Setiap model membawa cerita tentang era yang berbeda, termasuk bagaimana Honda membangun reputasinya lewat karakter berkendara dan keterlibatan pengemudi di balik kemudi.

Lanjut ke lantai dua melalui tema Culture of Engineering. Di sini Honda menampilkan sisi yang lebih jarang dibicarakan, yakni keberanian bereksperimen dan mencoba pendekatan baru dalam pengembangan produk.
Model-model seperti Honda T360 dan Civic CVCC hadir sebagai penanda sejarah, sementara Honda City Cabriolet dan CR-Z Mugen RZ memperlihatkan bagaimana Honda beberapa kali memilih jalur yang tidak selalu lazim. Di area yang sama, pengunjung juga bisa menemukan Honda Civic Estilo, Honda Jazz, hingga Honda Brio balap dari Honda Racing Indonesia.
Selain mobil, ada juga motor Honda CB750 dan CB450 yang menunjukkan akar engineering Honda sejak era awal. Kehadiran dua motor legendaris tersebut memperluas cerita bahwa kultur Honda tidak hanya dibangun oleh mobil, tetapi juga oleh perjalanan panjang perusahaan dalam dunia roda dua.

DCIM100GOPROGOPR4871.JPG
Pengunjung yang hadir juga bisa mencoba berbagai aktvitas yang tersedia. Seperti photobooth, Honda racing simulator, Honda sound experince dan test drive. Kalau mencoba semuanya dan mengumpulkan 4 stamp, bisa ditukarkan dengan merchandise menarik.
“Setiap mobil Honda membawa cerita yang berbeda. Ada passion, memori, kreativitas, bahkan identitas yang tumbuh bersama mobil tersebut. Melalui Honda Culture at Vault, kami ingin menunjukkan bahwa kultur Honda tidak dibangun oleh mobil saja, tetapi juga oleh orang-orang yang merancang, mengendarai, merawat, hingga mewariskannya ke generasi selanjutnya,” ujar Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor. ![]()


















