Dalam beberapa pekan terakhir, perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 2026 terasa seperti roller coaster.

Pembalap muda asal Gunungkidul itu sempat menikmati lonjakan besar di klasemen sementara setelah mendapat keuntungan dari diskualifikasi salah satu rivalnya.

Namun, momentum tersebut tak bertahan lama setelah akhir pekan yang sulit di Balaton Park, Hungaria.

Sebelum seri Hungaria digelar, Veda sempat naik ke posisi ketiga klasemen sementara Moto3. Kenaikan itu terjadi setelah dua rivalnya, Brian Uriarte dan Adrian Fernandez didiskualifikasi terbukti melakukan pelanggaran berat.

Brian Uriarte, yang baru saja meraih kemenangan Grand Prix pertamanya di Mugello, harus menerima pil pahit setelah didiskualifikasi dari GP Catalunya sebelumnya.

Pembalap Red Bull KTM itu dinyatakan melanggar regulasi teknis karena motornya menggunakan oli yang tidak sesuai dengan regulasi. Sebagai informasi, aturan Moto3 mewajibkan seluruh tim menggunakan oli resmi yang telah ditunjuk penyelenggara tanpa modifikasi atau tambahan apa pun.

Sementara itu, Adrian Fernandez juga terkena sanksi berat. Ia didiskualifikasi dari enam hasil balapan musim 2026 setelah ditemukan pelanggaran terkait mesin.

Investigasi FIM mengungkap adanya ketidaksesuaian pada segel kawat mesin serta tanda-tanda manipulasi pada stiker penyegelan mesin milik pembalap Leopard Racing tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut menyimpulkan bahwa mesin sudah dibuka tanpa izin resmi, melanggar aturan ketahanan mesin Moto3 dan regulasi olahraga FIM.

Akibatnya, Adrian kehilangan hasil dari GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol, di mana ia sebelumnya berhasil meraih finis keenam, kedelapan, kelima, dan kedua.

Kasus Uriarte dan Fernandez menjadi pengingat bahwa regulasi teknis di Moto3 diterapkan dengan sangat ketat, sehingga setiap pelanggaran, sekecil apa pun, dapat berujung pada diskualifikasi.

Dengan didiskualifikasinya dua pembalap tersebut, Veda Ega Pratama seperti ketiban ‘durian runtuh’.

Pembalap debutan atau rookie berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini otomatis naik ke podium ketiga untuk balapan seri Grand Prix Le Mans Prancis 2026 setelah posisi finis kedua milik Fernandez dinyatakan gugur.

Dengan revisi perolehan tersebut, Veda kini resmi mengoleksi dua podium ketiga sepanjang musim berjalan, setelah sebelumnya berhasil naik podium di Grand Prix Brazil.

Tambahan poin kumulatif ini mendongkrak posisi Veda ke urutan ketiga klasemen sementara juara dunia Moto3 2026 dengan raihan total 71 poin, berada di bawah Maximo Quiles selaku pemuncak klasemen dengan 145 poin dan Alvaro Carpe di posisi kedua dengan 93 poin.

Selain itu, Veda juga sukses mengambil alih kembali posisi puncak klasemen Rookie of the Year (penghargaan pembalap pendatang baru terbaik) dengan keunggulan 13 poin atas Uriarte.

Namun, momentum tersebut tak bertahan lama setelah akhir pekan yang sulit di seri Balaton Park, Hungaria.

Pada balapan hari Minggu (7/6/2026), Veda sempat melakukan start bagus dan naik ke posisi keenam. Tetapi karena menjalani Long Lap Penalty pada Lap 3, putra dari pembalap senior Sudarmono ini melorot ke urutan ke-17.

Sempat masuk zona poin pada posisi ke-15, namun akhirnya dinyatakan finis ke-16. Ini karena kibaran bendera merah pada lap terakhir, yang mana hasil akhir balapan mengacu posisi pembalap pada Lap 19.

Dampaknya langsung terasa di klasemen. Dari posisi yang sempat berada di tiga besar berkat koreksi hasil rival, Veda kini turun ke urutan keenam dengan koleksi 71 poin. Di saat yang sama, pembalap lain berhasil memanfaatkan seri Hungaria dengan lebih baik dan mengambil alih posisi yang sebelumnya sempat ditempati rider Indonesia tersebut.

Meski begitu, posisi Veda sejatinya masih cukup kompetitif. Selisih poin dengan para pembalap di depannya belum terlalu jauh, terutama untuk perebutan posisi tiga besar klasemen. Dengan masih banyak seri tersisa, peluang untuk kembali naik terbuka lebar.