Ketika banyak produsen otomotif mulai gencar memperkenalkan kendaraan listrik, PT Astra Honda Motor (AHM) justru menunjukkan bahwa mesin bensin masih memiliki ruang untuk berkembang. Hal tersebut terlihat dari hadirnya New Honda Vario Evo 160 yang mendapatkan racikan mesin baru dengan performa lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Langkah ini menarik karena dilakukan di tengah meningkatnya tren elektrifikasi kendaraan roda dua. Alih-alih hanya melakukan penyegaran kosmetik, Honda memilih meningkatkan performa mesin pada salah satu model terlarisnya.

New Honda Vario Evo 160 dibekali mesin 160 cc 4 katup eSP+ berpendingin cairan yang menghasilkan tenaga maksimum 11,3 kW pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14 Nm pada 6.500 rpm.

Honda menyebut racikan terbaru tersebut mampu memberikan karakter tenaga yang lebih responsif pada putaran menengah. Karakter seperti ini umumnya lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian, terutama saat melakukan akselerasi dari kecepatan rendah hingga menengah di area perkotaan.

Secara performa, New Honda Vario Evo 160 diklaim mampu menuntaskan akselerasi 0-200 meter dalam waktu 11,9 detik dengan kecepatan puncak mencapai 109 km/jam.

Menariknya, peningkatan performa tersebut tetap dibarengi efisiensi bahan bakar yang cukup baik. Dengan fitur Idling Stop System aktif, konsumsi BBM diklaim mencapai 46,7 km/liter berdasarkan metode pengujian WMTC EURO 3.

Di sisi lain, Honda juga mulai menyesuaikan kebutuhan pengguna modern dengan menghadirkan USB Type-C Charger sebagai fitur standar baru. Kehadiran fitur ini menunjukkan bahwa evolusi produk tidak hanya terjadi pada sektor mesin, tetapi juga pada aspek kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Strategi Honda ini memperlihatkan bahwa mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) masih menjadi fokus penting, khususnya untuk pasar yang membutuhkan kombinasi performa, efisiensi, dan kemudahan penggunaan dalam aktivitas harian.

Bagi konsumen yang belum siap beralih ke motor listrik, kehadiran New Honda Vario Evo 160 menjadi sinyal bahwa teknologi mesin bensin masih terus berkembang dan belum menunjukkan tanda-tanda ditinggalkan dalam waktu dekat.