Saat kebanyakan kampanye keselamatan berkendara menyasar pengendara aktif, Yamaha justru memilih pendekatan yang berbeda. Pabrikan asal Jepang itu mulai menanamkan pemahaman tentang keselamatan lalu lintas kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar melalui program Yamaha Riding Academy (YRA) Kids dalam gelaran Yamaha Safety Riding Day 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang Yamaha dalam membangun budaya berkendara yang lebih aman di Indonesia. Sebab, kesadaran terhadap keselamatan dinilai tidak cukup dibentuk ketika seseorang mulai mengendarai kendaraan, melainkan perlu diperkenalkan sejak dini.
Digelar di Taman Lalu Lintas Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (20/6/2026), program YRA Kids menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi para peserta. Anak-anak tidak hanya dikenalkan pada teori keselamatan, tetapi juga diajak memahami bagaimana aturan lalu lintas bekerja dalam kehidupan sehari-hari.

Materi mengenai rambu-rambu lalu lintas disampaikan langsung oleh pihak Korlantas Polri dengan pendekatan yang ringan dan interaktif. Melalui metode tersebut, peserta diajak memahami fungsi berbagai rambu serta pentingnya disiplin saat berada di jalan.
Yamaha juga memperkenalkan dasar-dasar pengetahuan kendaraan kepada para peserta. Anak-anak diajak mengenal bagian-bagian sepeda motor, fungsi komponen, hingga pentingnya perawatan kendaraan agar tetap aman digunakan.

Bagian yang paling menarik adalah ketika peserta mendapat kesempatan mencoba Yamaha PW50 di area praktik yang telah disiapkan khusus. Meski masih dalam lingkungan yang aman dan terkendali, pengalaman tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan konsep dasar berkendara secara langsung.
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan bahwa edukasi keselamatan merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar berbagai kelompok masyarakat.
Menurutnya, melalui Yamaha Safety Riding Day 2026 dan kampanye #PILIHSELAMAT, Yamaha ingin mendorong masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan. Upaya itu dimulai dari hal paling mendasar, yakni membangun kesadaran sejak usia muda.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan atau penggunaan perlengkapan pelindung. Lebih jauh, keselamatan adalah soal pola pikir yang perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan ketika anak-anak tumbuh menjadi pengguna jalan di masa depan.
Melalui program seperti YRA Kids, Yamaha berharap kampanye #PILIHSELAMAT tidak berhenti sebagai slogan, melainkan berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. ![]()
