Balapan di Sirkuit TT Assen seharusnya menjadi kesempatan bagi Kiandra Ramadhipa untuk terus menjaga momentum dalam perburuan gelar Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC) 2026.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Dua balapan di seri Belanda menjadi pukulan telak bagi pembalap muda Indonesia tersebut setelah gagal memaksimalkan peluang meraih poin besar.

Dampaknya langsung terasa di posisi klasemen sementara. Kiandra kini harus rela terlempar dari lima besar, membuat persaingan menuju papan atas semakin berat memasuki paruh kedua musim.

Penurunan posisi itu bukan semata-mata karena performanya menurun. Justru sepanjang akhir pekan di Assen, Kiandra masih mampu memperlihatkan kecepatan yang membuatnya tetap kompetitif di rombongan depan.

Race 1 jadi momen yang paling merugikan. Saat masih memiliki peluang mengamankan hasil positif, Kiandra terlibat insiden yang membuatnya gagal finis. Padahal, jika mampu menyentuh garis akhir di kelompok depan, tambahan poin yang diraih bisa menjaga posisinya tetap berada dalam persaingan lima besar klasemen.

Harapan menebus kegagalan di Race 2 juga belum sepenuhnya terwujud. Kiandra memang berhasil menuntaskan balapan, tetapi finis di luar podium membuat tambahan poin yang diperoleh belum cukup untuk menahan laju para rivalnya.

Hasil di Assen membuat jaraknya dengan kelompok terdepan semakin melebar. Artinya, tantangan pada seri-seri berikutnya bukan sekadar mengejar podium, tetapi juga memangkas defisit poin yang mulai terbentuk.

Meski demikian, peluang Kiandra belum tertutup. Kalender kompetisi masih menyisakan sejumlah seri, dan setiap balapan menghadirkan kesempatan untuk membalikkan keadaan. Terlebih, musim ini sudah membuktikan bahwa persaingan di Rookies Cup sangat dinamis. Pembalap yang tampil dominan pada satu seri belum tentu mampu mempertahankan performanya di seri berikutnya.

Optimisme itu juga beralasan. Kiandra bukan pembalap yang kekurangan kecepatan. Ia sudah membuktikannya lewat kemenangan impresif di Jerez, serta beberapa kali tampil kompetitif di barisan depan sepanjang musim. Artinya, modal untuk kembali bersaing masih dimiliki.

Tantangan terbesar saat ini adalah menjaga konsistensi. Pada fase inilah karakter seorang calon juara benar-benar diuji. Cepat saja belum cukup, harus diimbangi juga dengan meminimalkan kesalahan, menghindari insiden, dan mengumpulkan poin di setiap kesempatan.

Jika mampu menjadikan Assen sebagai pelajaran, Kiandra masih punya waktu untuk kembali masuk ke jalur persaingan podium dan membuktikan bahwa dirinya pantas diperhitungkan hingga seri penutup musim.