Selama bertahun-tahun, lintasan balap identik dengan motor sport berfairing. Skutik? Lebih sering terlihat di jalan raya, menemani aktivitas harian atau touring akhir pekan.

Tapi Yamaha baru saja mengubah stigma itu. Dalam perayaan 10 tahun Yamaha Sunday Race 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, skutik premium akhirnya mendapat panggungnya sendiri lewat kelas MAXI Race.

Bukan sekadar sesi fun riding di sirkuit, MAXI Race benar-benar dikemas sebagai kompetisi. Sebanyak 77 starter dari berbagai daerah turun ke lintasan membawa keluarga MAXI Yamaha untuk saling adu cepat. Kehadirannya langsung menjadi salah satu atraksi paling mencolok di Yamaha Sunday Race yang selama ini didominasi deru motor R-Series.

Menariknya, motor yang digunakan nyaris tanpa ubahan ekstrem. Yamaha justru ingin menunjukkan bahwa mesin Blue Core generasi terbaru yang dipakai jajaran MAXI memang sanggup diajak bekerja lebih keras. Bahkan pada NMAX “TURBO” dan AEROX ALPHA “TURBO”, teknologi YECVT (Yamaha Electric Continuously Variable Transmission) memberi sensasi akselerasi yang lebih agresif dibanding skutik CVT konvensional.

Bagi Yamaha, MAXI Race bukan sekadar kelas baru. Ini menjadi cara baru memperlihatkan bahwa DNA Racing mereka juga hidup di lini skutik premium. Konsumen tidak hanya diajak membeli motor, tetapi juga diberi ruang untuk merasakan sendiri bagaimana performa motornya ketika dipacu di lingkungan yang aman, yaitu sirkuit.

“Kehadiran MAXI Race pada perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pengguna skutik premium MAXI Yamaha untuk merasakan langsung performa terbaik motornya di lintasan balap, tetapi juga semakin mempertegas kuatnya DNA Racing yang telah menjadi bagian dari identitas Yamaha selama puluhan tahun,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Salah satu kelas yang paling menyita perhatian justru datang dari MAXI 155cc Media. Untuk pertama kalinya, jurnalis otomotif ikut mengenakan racing suit dan bertarung di Mandalika menggunakan skutik MAXI. Pengalaman yang biasanya hanya dirasakan saat menguji motor sport, kini bisa dinikmati menggunakan skutik yang sehari-hari akrab dipakai ke kantor.

Hasilnya pun cukup mengejutkan. Eka Budhiansyah keluar sebagai juara setelah mengendarai LEXI LX 155. Ia mengaku sempat pesimistis ketika hasil undian memberinya LEXI. Namun di lintasan, bobot motor yang ringan dipadukan mesin Blue Core terbaru justru membuatnya tampil kompetitif. Bahkan posisi kedua juga ditempati peserta yang menggunakan motor serupa.

Ada fakta menarik lain di balik balapan ini. Seluruh motor pada kelas MAXI 155 Community dan Media menggunakan Yamalube TURBO Matic sebagai pelumas resmi. Yamaha memanfaatkan ajang tersebut untuk membuktikan bahwa oli itu tidak hanya dirancang menghadapi kemacetan kota atau perjalanan touring, tetapi juga tetap mampu menjaga performa mesin ketika dipaksa bekerja penuh selama beberapa lap di sirkuit.

MAXI Race sendiri sebenarnya bukan benar-benar lahir di Mandalika. Yamaha lebih dulu mengujinya di Yamaha Cup Race Sidrap dan Motoprix Surabaya. Namun seri Mandalika menjadi panggung terbesar dengan lima kelas berbeda, sekaligus menandai arah baru bahwa komunitas skutik premium kini juga memiliki wadah balapnya sendiri.

Kalau selama ini skutik dianggap hanya soal kenyamanan dan kepraktisan, Yamaha mencoba mengubah cara pandang itu. Lewat MAXI Race, mereka ingin menunjukkan bahwa motor yang dipakai berangkat kerja setiap hari ternyata juga bisa memberikan sensasi adrenalin saat lampu start menyala di salah satu sirkuit terbaik di Indonesia.