Perjalanan elektrifikasi kendaraan di Indonesia tidak hanya bergerak di segmen mobil penumpang. Sektor komersial yang menjadi tulang punggung aktivitas bisnis juga mulai memasuki era baru dengan hadirnya kendaraan listrik yang dirancang untuk kebutuhan operasional sehari-hari.

Salah satu pemain yang konsisten membawa konsep tersebut adalah DFSK melalui Gelora E. Kendaraan listrik komersial ringan ini kembali mendapatkan pengakuan setelah meraih penghargaan Pioneer of Indonesia’s Commercial Electric Vehicle for National Transportation dalam ajang Transportasi Indonesia Award 2026 yang berlangsung di Jakarta.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap kontribusi DFSK dalam memperkenalkan dan memperluas penggunaan kendaraan listrik komersial di Indonesia. Melalui Gelora E, DFSK dinilai berhasil menghadirkan solusi mobilitas listrik yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga menjawab kebutuhan dunia usaha.

“Pengakuan ini menjadi validasi atas langkah kami dalam menghadirkan solusi kendaraan listrik yang inovatif dan adaptif bagi kebutuhan bisnis di Indonesia. Melalui inovasi, layanan, dan investasi jangka panjang, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang semakin efisien, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan dunia usaha,” ujar Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile.

Sejak diperkenalkan sebagai kendaraan listrik komersial ringan pertama di Indonesia, DFSK Gelora E memang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor. Kendaraan ini telah digunakan untuk mendukung aktivitas logistik, distribusi barang, layanan pengiriman last-mile, armada perusahaan, transportasi penumpang hingga kebutuhan layanan publik seperti ambulans listrik.

Keunggulan utama Gelora E terletak pada efisiensi operasional yang menjadi faktor penting bagi kendaraan niaga. Penggunaan tenaga listrik menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan konvensional, sekaligus membantu perusahaan mengurangi emisi dalam aktivitas bisnis mereka.

Untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna, DFSK menyediakan Gelora E dalam beberapa pilihan. Varian Minibus ditujukan bagi kebutuhan transportasi penumpang, sementara Blind Van menawarkan ruang kargo tertutup untuk aktivitas logistik dan distribusi. Selain itu, tersedia pula Gelora E B-Type dengan dimensi lebih ringkas yang cocok digunakan untuk mobilitas bisnis di kawasan perkotaan dengan kebutuhan manuver tinggi.

Tidak hanya membawa teknologi kendaraan listrik, DFSK juga memperkuat kontribusinya terhadap industri otomotif nasional. Gelora E telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 44 persen, menunjukkan keterlibatan industri lokal dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Pengembangan kendaraan listrik komersial sendiri menjadi bagian penting dalam percepatan transformasi transportasi nasional. Berbeda dengan kendaraan penumpang yang lebih banyak dipengaruhi faktor gaya hidup dan preferensi konsumen, kendaraan niaga memiliki peran langsung terhadap efisiensi bisnis dan aktivitas ekonomi.

Melalui penghargaan ini, DFSK mempertegas posisinya sebagai salah satu merek yang lebih awal melihat peluang elektrifikasi pada sektor komersial. Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat jaringan dealer dan layanan purna jual untuk mendukung kebutuhan pelanggan kendaraan listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan semangat “Drives for Better”, DFSK melanjutkan langkahnya menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun dunia usaha Indonesia.