Mitsubishi Fuso eCanter menarik dibahas karena bukan sekadar “Canter yang diganti motor listrik”, tetapi menjadi langkah FUSO memasuki era truk niaga listrik ringan (light-duty electric truck). Namun berbeda dengan kendaraan penumpang listrik yang lebih banyak berbicara soal teknologi, performa, dan pengalaman berkendara, kendaraan niaga membawa pertanyaan yang jauh lebih pragmatis, “Apakah mampu bekerja setiap hari?”
Karena pada sebuah truk distribusi, ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari akselerasi atau jarak tempuh. Ada beban kerja harian, durasi operasional, efisiensi biaya per kilometer, kemampuan membawa muatan, keandalan saat bekerja terus-menerus, hingga potensi waktu kendaraan tidak beroperasi (downtime) yang harus diperhitungkan sejak tahap konsep hingga penerapan di lapangan.
Itulah alasan mengapa kehadiran Fuso eCanter menjadi menarik. Fuso eCanter bukan hanya membawa teknologi elektrifikasi ke kendaraan niaga, tetapi juga diuji dalam konteks yang berbeda. Sebagai alat kerja yang harus mampu mendukung aktivitas bisnis!
Fuso eCanter merupakan versi listrik murni dari keluarga Canter milik Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC). Karakternya memang diarahkan untuk kebutuhan distribusi perkotaan, mulai dari logistik jarak pendek hingga menengah, pengiriman barang, armada perusahaan, serta operasional yang memiliki pola perjalanan berulang dengan banyak aktivitas berhenti dan berjalan.
Pola penggunaan tersebut menjadi salah satu alasan kendaraan niaga listrik memiliki peluang besar untuk berkembang. Berbeda dengan kendaraan yang digunakan secara bebas oleh konsumen, armada distribusi biasanya memiliki rute yang sudah ditentukan, kembali ke depo, dan dapat direncanakan kebutuhan pengisian dayanya.
Di Indonesia, langkah tersebut mulai memasuki tahap implementasi melalui penyerahan satu unit Fuso eCanter kepada PT Fastana Logistik Indonesia (FLI) pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya Mitsubishi Fuso memperkuat ekosistem kendaraan niaga listrik di Indonesia, sekaligus mendukung kebutuhan industri logistik menuju operasional rendah emisi.
“Fuso eCanter menjadi pelopor truk listrik pertama di Indonesia sejak tahun 2024. Sejak itu, KTB memastikan ekosistem yang mendukung operasional mulai dari kesiapan EV mobile charger, hingga layanan purna jual untuk memberikan ketenangan konsumen dalam operasional kendaraan listrik,” ujar Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.
Secara teknis, Fuso eCanter menggunakan baterai ukuran M berkapasitas 83 kWh dengan kemampuan jarak tempuh hingga 140 kilometer. Truk listrik ini memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) sebesar 6 ton, wheelbase 3,4 meter, serta torsi mencapai 430 Nm yang mendukung kebutuhan membawa muatan dengan volume maksimal.
Konfigurasi tersebut menunjukkan bahwa eCanter tidak dirancang sebagai kendaraan listrik perkotaan biasa. Ia tetap mempertahankan karakter utama Canter sebagai kendaraan niaga, dengan tambahan teknologi elektrifikasi yang disesuaikan untuk aktivitas distribusi.
Salah satu bagian menarik dari eCanter terdapat pada penggunaan teknologi eAxle, yang menggabungkan fungsi gardan, gear, motor listrik, dan inverter dalam satu sistem. Konsep ini membuat konstruksi lebih sederhana sekaligus membantu efisiensi perawatan dibandingkan sistem kendaraan konvensional.

Bagi PT Fastana Logistik Indonesia, keputusan menggunakan eCanter tidak hanya berkaitan dengan aspek kendaraan listrik, tetapi juga kesinambungan operasional. Sebagai perusahaan logistik yang melayani distribusi ke berbagai wilayah nasional, FLI melihat kendaraan listrik ini sesuai dengan kebutuhan distribusi perkotaan yang memiliki pola rute terencana dan intensitas penggunaan tinggi.
Kepercayaan tersebut juga dibangun dari hubungan panjang dengan Mitsubishi Fuso. Sebagai pengguna lebih dari 400 unit armada Mitsubishi Fuso, FLI menilai pengalaman terhadap layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang menjadi bagian penting sebelum memasuki era kendaraan listrik.
“Selama bertahun-tahun kami mempercayakan armada operasional kepada Mitsubishi Fuso karena keandalan kendaraan serta dukungan layanan purna jualnya. Melalui eCanter, kami optimistis dapat memulai langkah menuju operasional logistik yang lebih berkelanjutan,” ujar Subagyo Raharjo selaku Direktur PT Fastana Logistik Indonesia.
Untuk mendukung operasional eCanter, Mitsubishi Fuso juga menyiapkan ekosistem pendukung, mulai dari tiga diler resmi di area Jabodetabek yang telah dilengkapi teknologi pemeriksaan kondisi baterai (Xentry), fasilitas EV Mobile Charger berkapasitas 65 kWh dengan kemampuan pengisian 60 kW, hingga tenaga mekanik tersertifikasi kendaraan listrik. ![]()
