Sudah 15 tahun PT Astra Daihatsu Motor (ADM) diam-diam membangun jalur pendidikan vokasi di Indonesia, dan momentumnya kembali dirayakan di GIIAS 2026. Bertempat di Booth Daihatsu Hall 7B, pada 5 Agustus 2026 perusahaan otomotif ini menggelar penganugerahan SMK Binaan Terbaik yang jadi puncak dari rangkaian program tahunan mereka.

Kalau ditelusuri lebih jauh, program pendidikan vokasi berbasis industri ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2010. Sampai sekarang, tercatat lebih dari 50.000 penerima manfaat sudah merasakan dampaknya, dengan rincian lebih dari 35.000 siswa dan 3.000 guru yang terlibat langsung, serta melibatkan jaringan lebih dari 445 SMK binaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini masuk dalam pilar Pintar Bersama Daihatsu, salah satu dari empat pilar Corporate Social Responsibility ADM. Fokusnya memperkuat link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, biar siswa SMK punya kompetensi yang benar benar relevan dan lebih siap terjun ke dunia kerja, khususnya di sektor otomotif.

Untuk edisi tahun ini, Daihatsu SMK Skill Contest 2026 sudah memasuki penyelenggaraan ke-9 sejak pertama kali digelar pada 2012. Ajang kompetisi ini diikuti sekitar 380 SMK binaan Daihatsu, dengan total peserta lebih dari 760 orang yang terdiri dari siswa dan guru pendamping.

Human Resources and General Affairs Director PT Astra Daihatsu Motor, Nilawati Irjani, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh sekolah, siswa, dan guru yang menjadi pemenang tahun ini.

“Penghargaan yang diadakan bertepatan di ajang GIIAS 2026 ini menjadi simbol sinergi antara perkembangan produk, teknologi, yang juga harus sejalan dengan talenta masa depan berkualitas yang akan menggerakkan industri pada masa mendatang,” ujarnya. Ia menambahkan harapannya agar sinergi antara dunia pendidikan dan industri bisa melahirkan talenta muda unggul dengan daya saing global.

Kompetisi ini berjalan berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai institusi terkait, jadi bukan sekadar ajang seremonial. Siswa dan guru pendamping diuji kompetensinya, saling bertukar pengalaman, sekaligus menunjukkan kesiapan mereka menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan industri otomotif yang terus bergerak.

Dari hasil kompetisi tahun ini, SMK Nu Ma’arif Kudus dari Jawa Tengah keluar sebagai Juara 1, disusul SMK Negeri 1 Lintau Buo dari Sumatera Barat di posisi kedua, dan SMK Al Mufti Subang dari Jawa Barat di posisi ketiga. Untuk kategori individu, gelar Best Student jatuh ke tangan Muhamad Nurrezki dari SMK Negeri 1 Lintau Buo, sementara Best Teacher diraih Mahfud Fauzi dari SMK Nu Ma’arif Kudus. Dua sekolah lain, SMK Bina Bangsa Dampit Malang dan SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro dari Yogyakarta, masuk sebagai finalis.

Para pemenang dan finalis pulang membawa lebih dari sekadar piala. Daihatsu memberikan apresiasi berupa uang tunai dengan total puluhan juta rupiah, alat praktik pembelajaran berupa mesin dan transmisi dari berbagai model Daihatsu, sampai paket beasiswa khusus untuk siswa terbaik.

Yang menarik, pembinaan yang dilakukan Daihatsu ke sekola-sekolah ini tak berhenti di satu titik saja. Prosesnya berkelanjutan, mulai dari penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, peningkatan kompetensi guru dan siswa, penerapan budaya kerja ala industri, sampai penguatan sarana dan proses pembelajaran di sekolah sekolah binaan.

Program Pintar Bersama Daihatsu ini sendiri hanya satu dari empat pilar CSR yang dijalankan perusahaan, berdampingan dengan Hijau Bersama Daihatsu, Sehat Bersama Daihatsu, dan Sejahtera Bersama Daihatsu, yang tahun ini mengusung tema besar Bersama Sahabat Membangun Negeri.