Baru beberapa hari debut di GIIAS 2026, Leapmotor langsung tancap gas ke fase yang lebih serius. Merek pendatang baru asal Tiongkok yang kini bernaung di bawah payung Stellantis ini resmi memulai perakitan lokal untuk dua model sekaligus, B10 dan C10, di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat.

Pabrik yang jadi lokasi perakitan bukan aset baru yang dibangun dari nol. Plant 3 merupakan hasil investasi Indomobil Group lewat PT National Assemblers, berdiri di lahan seluas 158.000 meter persegi. Fasilitas ini dirancang mengikuti standar manufaktur global yang sama dengan yang dipakai Leapmotor dan Stellantis di negara lain, mulai dari teknologi produksi, sistem otomasi, sampai proses pengendalian kualitas di setiap tahapannya.

Pada tahap awal operasional, kapasitas produksinya masih di angka lima unit per jam, setara sekitar 10.000 unit per tahun. Angka itu belum final. Indomobil dan Leapmotor sudah menyiapkan rencana peningkatan kapasitas hingga tujuh belas unit per jam atau sekitar 34.000 unit per tahun, yang bakal direalisasikan lewat pengembangan fasilitas body shop dan paint shop di lokasi yang sama.

Managing Director Stellantis ASEAN Isaac Yeo menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi yang lebih besar.

“Indonesia merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang sangat besar di kawasan Asia Tenggara. Dimulainya perakitan lokal menjadi langkah penting bagi Leapmotor untuk semakin mendekatkan produk kami kepada konsumen Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dan memperkuat kehadiran merek Leapmotor di kawasan ASEAN,” ujarnya.

Isaac juga menambahkan bahwa kolaborasi bersama Indomobil ini diharapkan mempercepat roadmap elektrifikasi Stellantis di kawasan, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan listrik yang diperhitungkan di Asia Tenggara. Pernyataan itu sejalan dengan pola yang belakangan mulai terlihat, di mana beberapa merek China memilih Indonesia bukan cuma sebagai pasar jual beli, tapi juga titik produksi untuk kawasan yang lebih luas.

Urusan perakitan lokal ini ternyata tidak berdiri sendiri. Indomobil Group lewat PT Indomobil National Distributor, yang berperan sebagai agen tunggal pemegang merek Leapmotor di Indonesia, juga tengah memperkuat sisi lain dari bisnis ini, yaitu jaringan purna jual. Perluasan dealer di berbagai kota strategis terus berjalan, dibarengi ketersediaan suku cadang asli dan teknisi yang sudah melewati pelatihan sesuai standar Leapmotor.

Dealer pertama Leapmotor di Indonesia sendiri sudah lebih dulu diresmikan pertengahan Juli lalu, berlokasi di Stellantis Brand House PIK, Jakarta Utara. Jadi ketika perakitan lokal mulai berjalan pekan ini, sebetulnya fondasi di sisi penjualan dan layanan sudah lebih dulu disiapkan, bukan menyusul belakangan.

Sementara itu, CEO PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw menekankan pentingnya kombinasi antara kapasitas produksi dan pengalaman kepemilikan.

 

“Dimulainya perakitan lokal menjadi tonggak penting dalam perjalanan Leapmotor di Indonesia. Melalui investasi Indomobil Group di PT National Assemblers, kami tidak hanya mendukung hadirnya kapasitas produksi lokal, tetapi juga membangun fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan Leapmotor di Indonesia dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Tan melanjutkan bahwa perluasan jaringan dealer, penguatan layanan purna jual, dan ketersediaan suku cadang asli akan berjalan beriringan dengan naiknya kapasitas produksi. Tujuannya supaya konsumen yang sudah memesan unit tidak cuma dapat mobilnya tepat waktu, tapi juga merasa aman soal urusan servis dan suku cadang di kemudian hari.

Dari sisi harga, Leapmotor sempat menawarkan skema promosi khusus untuk 500 pemesan pertama saat debut di GIIAS 2026, dengan B10 dibanderol Rp 449 juta dan C10 di Rp 598 juta. Belum ada pernyataan resmi apakah skema harga ini akan berubah begitu unit hasil rakitan lokal mulai mengalir ke dealer, mengingat komponen lokal biasanya turut memengaruhi struktur harga jual di pasar Indonesia.

Perakitan lokal B10 dan C10 pada akhirnya jadi penanda bahwa Leapmotor tidak main-main soal ambisinya di Indonesia. Dari pabrik dengan standar global, jaringan dealer yang mulai terbentuk, sampai skema purna jual yang disiapkan sejak awal, semua elemen itu berjalan hampir bersamaan dalam rentang waktu yang cukup singkat sejak merek ini pertama kali diperkenalkan ke publik.