Mitsubishi Destinator dan New Xforce HEV sama-sama membawa sejumlah teknologi dan fitur yang membuat keduanya menarik di kelasnya. Namun, inovasi yang ditawarkan tidak bergerak ke arah yang sama. Destinator datang sebagai SUV tiga baris dengan pendekatan yang kuat pada kenyamanan keluarga, kemampuan berkendara, dan fleksibilitas penggunaan. Sementara New Xforce HEV membawa teknologi elektrifikasi ke SUV compact Mitsubishi melalui sistem hybrid generasi kedua.

Karena itu, melihat keduanya hanya dari ukuran atau jumlah fitur tidak cukup. Ada tiga keunggulan utama pada masing-masing model yang menunjukkan bagaimana Mitsubishi mengembangkan kedua SUV ini dengan karakter yang berbeda.

Berikut 3 keunggulan Mitsubishi Destinator yang bisa dinikmati:

1. Dynamic Sound Yamaha Premium
Salah satu inovasi yang cukup spesifik pada Destinator adalah Dynamic Sound Yamaha Premium. Sistem audio ini merupakan hasil kolaborasi Mitsubishi Motors dengan Yamaha Corporation dan menggunakan delapan speaker yang dirancang untuk karakter akustik kabin Destinator.

Yang menarik bukan sekadar jumlah speakernya. Sistem tersebut dikembangkan oleh sound meister Yamaha, sehingga pengaturan suara menjadi bagian dari pengalaman kabin, bukan sekadar fitur hiburan tambahan. Pada varian Ultimate Premium, tersedia empat preset suara: Signature, Lively, Powerful, dan Relaxing. Pengguna dapat menyesuaikan karakter audio dengan jenis musik maupun suasana perjalanan.

2. Teknologi Diamond Sense dan Active Yaw Control
Destinator juga membawa rangkaian teknologi keselamatan aktif melalui Diamond Sense. Di dalamnya terdapat sejumlah fitur seperti Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam (AHB), hingga Multi Around Monitor.

Namun ada satu teknologi lain yang menarik dari sisi karakter berkendara, yaitu Active Yaw Control (AYC) yang bekerja dengan mengatur distribusi gaya pengereman pada roda depan untuk membantu menjaga stabilitas kendaraan ketika menikung. Mitsubishi juga mengaitkannya dengan pengendalian kendaraan ketika menghadapi permukaan jalan licin.

Dengan demikian, teknologi Destinator tidak hanya berkutat pada fitur yang terlihat di kabin. Ada pula sistem yang bekerja di balik layar untuk membantu pengemudi mempertahankan kendali kendaraan.

3. Lima Drive Mode: Bukan Sekadar SUV Jalan Aspal
Destinator memiliki lima mode berkendara yaitu Normal, Wet, Gravel, Tarmac, dan Mud. Keberadaan beberapa mode ini memberikan kemampuan kepada pengemudi untuk menyesuaikan karakter kendaraan dengan kondisi yang dihadapi. Wet ditujukan untuk permukaan basah, sementara Gravel dan Mud memberikan pilihan karakter ketika kendaraan berhadapan dengan permukaan yang berbeda dari aspal.

Ditambah ground clearance hingga 244 mm, pendekatan ini membuat Destinator tidak hanya diposisikan sebagai SUV keluarga untuk penggunaan perkotaan. Mitsubishi juga memberikan perhatian pada kemampuan kendaraan ketika digunakan menghadapi kondisi jalan yang lebih beragam.

Berikut 3 keunggulan Mitsubishi Xforce HEV yang menjadi terobososan signifikan. Jika Destinator memperluas kemampuan SUV keluarga melalui kabin dan karakter berkendara, New Xforce HEV membawa inovasi yang berbeda, elektrifikasi menjadi bagian utama dari pengalaman berkendaranya.

1. HEV Generasi Kedua, Motor Listrik Menjadi Bagian Utama Penggerak
New Xforce HEV merupakan kendaraan HEV pertama Mitsubishi Motors di Indonesia dan menggunakan teknologi HEV generasi kedua Mitsubishi Motors. Sistem tersebut memadukan mesin 1.6L DOHC MIVEC dengan motor listrik. Motor listrik menghasilkan tenaga 116 PS dan torsi 255 Nm, sementara mesin menghasilkan 107 PS dan torsi 134 Nm.

Yang membedakan pendekatan ini adalah motor listrik dapat menjadi penggerak utama dalam berbagai kondisi, terutama ketika kendaraan mulai bergerak dan saat digunakan dalam lalu lintas perkotaan. Mesin kemudian bekerja sesuai kebutuhan, termasuk membantu pengisian baterai atau bekerja bersama motor listrik ketika diperlukan tenaga lebih besar.

Hasil yang ditawarkan bukan hanya soal efisiensi bahan bakar. Mitsubishi juga menempatkan respons akselerasi yang linear, suara kabin yang lebih senyap, dan perpindahan karakter tenaga yang halus sebagai bagian dari pengalaman HEV tersebut.

2. Long EV Drive dan 7 Drive Mode
Salah satu bagian menarik dari sistem HEV generasi kedua New Xforce adalah Long EV Drive. Sistem memungkinkan penggunaan tenaga listrik lebih lama dalam kondisi tertentu sehingga karakter berkendara dapat terasa lebih senyap dan halus, terutama dalam penggunaan urban. New Xforce HEV juga membawa tujuh Drive Mode: Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority, dan Charge.

Dua mode baru yang berkaitan langsung dengan sistem hybrid adalah EV Priority dan Charge. EV Priority memungkinkan kendaraan memprioritaskan penggunaan tenaga listrik dalam kondisi tertentu, sementara Charge memungkinkan sistem mengisi daya baterai sesuai kebutuhan. Dengan demikian, pengemudi mendapatkan lebih banyak pilihan dalam mengatur karakter penggunaan energi kendaraan.

Semua ini menjadi salah satu pembeda utama Xforce HEV. Teknologi hybrid tidak hanya bekerja otomatis di balik layar, tetapi juga memiliki mode yang dapat dipilih sesuai kebutuhan berkendara.

3. Frameless Panoramic Roof
New Xforce juga mendapat pembaruan dari sisi desain melalui frameless panoramic roof. Mitsubishi menyebut fitur ini sebagai salah satu wujud konsep “Elevated” yang dibawa New Xforce untuk memberikan kesan kabin yang lebih lapang, terang, dan nyaman. Fitur ini menjadi salah satu pembeda visual yang cukup kuat karena bukan sekadar perubahan kosmetik pada eksterior. Panoramic roof memengaruhi pengalaman penumpang di dalam kabin dengan memberikan area pandang ke atas yang lebih terbuka. Pada New Xforce, fitur tersebut tersedia pada varian Ultimate dan menjadi bagian dari peningkatan yang dilakukan Mitsubishi pada model terbaru ini.

Dari enam inovasi tersebut terlihat bahwa Mitsubishi tidak memberikan pendekatan yang sama kepada kedua SUV ini. Destinator lebih banyak mengembangkan pengalaman SUV keluarga melalui tiga hal: kenyamanan kabin yang lebih serius, teknologi keselamatan dan pengendalian, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi jalan.

Sementara New Xforce HEV membawa perubahan yang lebih fundamental pada cara kendaraan bekerja. Teknologi hybrid generasi kedua, Long EV Drive, serta pilihan EV Priority dan Charge membuat elektrifikasi menjadi bagian utama dari karakter berkendaranya.

Perbedaan tersebut juga sejalan dengan posisi kedua model. Destinator merupakan SUV tiga baris dengan kapasitas tujuh penumpang, sedangkan New Xforce merupakan compact SUV yang dikembangkan untuk kebutuhan mobilitas urban. New Xforce HEV sekaligus menjadi kendaraan elektrifikasi pertama Mitsubishi Motors di Indonesia.

Keduanya juga sama-sama diproduksi di Indonesia. Destinator telah lebih dulu hadir sejak 2025, sementara New Xforce HEV diperkenalkan pada Juli 2026 sebagai langkah baru Mitsubishi Motors memasuki era kendaraan hybrid di pasar Indonesia.

Jadi pertanyaannya mana yang lebih inovatif?
Singkatnya, Destinator memiliki inovasi Mitsubishi untuk SUV keluarga, sedangkan Xforce HEV menunjukkan bagaimana Mitsubishi membawa teknologi elektrifikasi ke SUV compactnya.