DeepEnd datang ke Hotel Pullman.
Persis di pusat kota Jakarta.
Untuk datang ke kegiatan handover ceremony Suzuki XL7.
Kemeriaha Suzuki ada di pusat kota?
Why not!
Karena kali ini Suzuki sedang menyerahkan mimpi yang sudah lama ditunggu.
Keinginan membeli mobil tak selalu berakhir di showroom.
Kali ini, waktulah yang harus lebih dulu menemukan momentumnya.
Seperti Sanin, yang menunggu empat tahun, sampai akhirnya Suzuki XL7 benar-benar masuk ke garasi.


Sejak 2022, XL7 sudah masuk dalam daftar mobil yang dinginkannya. Empat tahun berlalu, Sanin masih menggunakan Suzuki Carry Pick Up. Pada 15 Agustus 2026, XL7 terbaru akhirnya sampai ke tangannya. XL7 bukan pengganti Carry Pick Up. Sanin memilihnya untuk kebutuhan keluarga. “XL7 sebenarnya sudah lama menjadi mobil yang saya inginkan. Saya suka dengan tampilannya yang sporty, bahkan sejak 2022 saya sudah mendambakan untuk memiliki XL7,” ujar Sanin.

Empat tahun?
Selama itu pula keinginan Sanin terhadap XL7 bertahan.
Kesabaran itu membuat DeepEnd tertegun.
Lalu…, “Setelah mencoba test drive, saya merasa mobil ini nyaman dikendarai dan sangat cocok untuk kebutuhan keluarga,” katanya singkat.

Tampilan sporty lebih dulu menarik mata Sanin. Test drive yang kemudian mengujinya.
XL7 terbaru membawa sejumlah penyegaran, mulai dari desain eksterior, tampilan kabin, sistem hiburan, hingga fitur keselamatan. SUV 7-seater ini tetap menggunakan mesin K15B 1.462 cc dengan pilihan transmisi manual maupun otomatis. Sedangkan pada New Alpha Hybrid dan New Beta Hybrid, Suzuki menyematkan Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), yang menggabungkan Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai lithium-ion.

Bagi Sanin, semua itu kembali pada satu hal, bagaimana mobil terasa ketika dikendarai.
Dan test drive memberi jawaban yang signifikan berbeda, ketimbang membaca brosur. Bahkan DeepEnd pun merasakan test drive Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026. Duduk di balik kemudi memberi gambaran langsung mengenai karakter kursi, komponen yang menegaskan penyempurnaan kenyamanan.
Sanin mendapatkan pengalaman serupa. XL7 yang selama empat tahun hanya menjadi mobil idaman, akhirnya menemukan alasan yang lebih konkret untuk dibawa pulang. Baginya, mobil impian ini nyaman dikendarai dan cocok untuk kebutuhan keluarga.

Kini, perannya pun berbeda dari Carry Pick Up yang sudah lebih dulu menemani Sanin. Jika Carry Pick Up tetap menjadi bagian dari aktivitasnya, XL7 melengkapi perjalanan dan kebutuhan bersama keluarga.
Cerita empat tahun itu akhirnya selesai bukan di showroom, melainkan di garasi.
Sanin tidak lagi sekadar mengincar XL7.
Tapi sudah membawanya, mengisi garasi rumahnya. ![]()
