Kawan-kawan di Sumatera memang rada beda gayanya.
“Om, enggak boleh di mobil dokumentasi.”
“Ya om, kami sudah siapkan Alphard.”

Dilematis.
Rata-rata Alphardnya dressed-up semua.
Padahal DeepEnd butuh naik turun, melambung, kadang juga nombak.

Tapi itulah gaya melayu itu, penuh takzim.
Bagi yang paham, tuan rumah wajib tahu betul cara memuliakan tamu.
Bukan perkara sekadarnya, tiada kata tanggung di sana.

Toyota Alphard 2015 milik Harlim yang DeepEnd tumpangi saat ikut Sumatera Bersatu Vol. 2, tidak mengalami modifikasi besar pada bodi. Bagian eksterior selain beberapa perangkat pencahayaan masih mempertahankan bentuk standarnya. Tidak ada body kit yang mengubah garis dasar bodi, tidak ada permainan widebody, dan tidak ada perubahan besar pada interior yang menjadi bagian dari setup ini.

Perubahan utama justru terkonsentrasi di bawah bodi: wheel, tire, dan suspension yang ketiganya ini menjadi fokus Harpit Singh, owner dari Creative Automodified. WORK Emitz R20 menggunakan lebar 9,5-10 inci dengan offset ET40 dan 20. Ban Forceum Octa OM berukuran 235/40 R20 di depan dan 245/40 R20 di belakang, sementara sistem suspensinya menggunakan full kit AIRBFT x Garasi Drift. Di bagian depan terdapat foglamp Beebot Nanamoshi dan minilaser Beebot MK1.

WORK Emitz merupakan wheel dua bagian yang identik dengan gaya VIP, terutama melalui desain spoke tipis, deep rim, dan proporsi lip yang cukup dominan. Pada Alphard, karakter tersebut sesuai dengan dimensi bodi yang besar. Ukuran 20 inci dengan lebar 9,5–10 inci membuat area bawah mobil tetap memiliki massa visual, sementara perbedaan lebar depan dan belakang mengikuti konfigurasi ban staggered.

Rentang offset ET40–20 menjadi bagian penting dari fitment karena menentukan posisi wheel terhadap fender dan komponen di baliknya. Dengan wheel selebar ini, perubahan posisi wheel tidak lagi sekadar persoalan tampilan, tetapi juga clearance dan hubungan antara ban dengan bodi ketika mobil bergerak pada berbagai ketinggian.

Forceum Octa OM menggunakan ukuran 235/40 R20 di depan dan 245/40 R20 di belakang. Selisih lebar 10 mm membuat roda belakang sedikit lebih penuh tanpa menghasilkan staggered yang ekstrem. Profil 40 juga masih memberikan sidewall yang cukup untuk wheel 20 inci. Secara matematis, tinggi sidewall berada di sekitar 94 mm pada 235/40 dan 98 mm pada 245/40. Pada Alphard yang memiliki bobot dan dimensi besar, bagian ini tetap relevan karena ban tidak hanya mengisi ruang antara wheel dan fender, tetapi juga menjadi bagian dari sistem yang bekerja menerima permukaan jalan.

Ukuran tersebut juga masih menjaga proporsi antara diameter wheel dan keseluruhan bodi agar tidak terlihat seperti sekadar mengejar wheel besar dengan ban tipis.
AIRBFT x Garasi Drift digunakan sebagai full kit air suspension. Sistem ini memungkinkan ride height diatur sesuai kebutuhan, sehingga hubungan antara wheel dan fender dapat berubah dari posisi berkendara sampai posisi rendah ketika mobil berhenti.

Pada setup dengan wheel 9,5–10 inci dan ET40–20, kemampuan tersebut menjadi penting karena posisi wheel terhadap fender tidak hanya ditentukan oleh ukuran wheel dan ban. Ride height ikut menentukan seberapa rapat wheel mengisi ruang fender dan seberapa besar ruang kerja yang tersedia ketika suspensi bergerak. Sistem yang digunakan mencakup management, tank 3 liter, silent compressor, auto water trap, cooling system, serta penataan komponen dalam boks yang dirancang tetap kompak di area bagasi.

Pada bagian depan, Beebot Nanamoshi digunakan sebagai foglamp, sementara Beebot Minilaser MK1 menjadi perangkat pencahayaan tambahan. Keduanya bekerja pada area bumper bawah tanpa mengubah bentuk dasar fascia. Karena bodi Alphard ini tidak mendapatkan body kit atau perubahan bentuk yang besar, detail pencahayaan tersebut menjadi bagian dari modifikasi eksterior yang terlihat tanpa menggeser karakter asli mobil.

Di luar wheel, tire, suspension, dan lighting tersebut, komponen Alphard 2015 ini masih relatif standar. Tidak ada widebody, tidak ada perubahan garis bodi, dan tidak ada permainan aksesori eksterior dalam jumlah besar. Data yang paling menentukan karakter setup ini justru berada pada kombinasi lebar wheel 9,5–10 inci, offset ET40–20, ukuran ban staggered, serta kemampuan air suspension mengatur posisi bodi. Karena itu, perubahan pada mobil ini lebih tepat dibaca sebagai pekerjaan fitment dan ride height daripada modifikasi eksterior secara keseluruhan.

DeepEnd kemudian memberinya nama: TAKZIM.

Kata itu terasa tepat untuk Alphard milik Harlim ini, bukan hanya karena cara mobil ini disiapkan untuk menerima tamu, tetapi juga karena sejak awal cerita ini memang tentang bagaimana tuan rumah memuliakan tamunya. Takzim adalah penghormatan yang diberikan dengan sungguh-sungguh.

Maka Alphard ini DeepEnd kenalkan sebagai TAKZIM.


Wheels, suspension & fitment: Creative Automodified @ creative_automodified
Tyres: Toko Velg TF WHEELS1 @tfwheels.1
Autolighting:  Sanjaya AC Lighting @sanjaya.ac.lighting