Jawa Timur bukan wilayah yang bisa dianggap remeh dalam peta penjualan mobil nasional. Data GAIKINDO mencatat penjualan kendaraan di provinsi ini menyumbang 9,1 persen dari total penjualan nasional, dengan basis mobil penumpang yang sudah terkumpul mencapai 5,58 juta unit. Angka itu jadi salah satu alasan kenapa brand-brand baru, termasuk pemain elektrifikasi, mulai serius melirik Surabaya dan sekitarnya sebagai pasar yang layak digarap lebih dalam.
LEPAS memanfaatkan momentum itu di GIIAS Surabaya 2026 dengan membawa dua modelnya sekaligus, L8 PHEV dan E4 EV. Bukan cuma pajang unit, brand di bawah naungan Chery Group ini juga langsung mengumumkan harga resmi untuk pasar Jawa Timur. L8 PHEV dibanderol Rp 599 juta OTR Jawa Timur, sementara E4 EV dilepas dengan harga Rp 359 juta OTR Jawa Timur.

Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia, menyebut Jawa Timur sebagai pasar penting dalam perjalanan brand ini di Indonesia. Menurutnya kebutuhan mobilitas konsumen di wilayah ini cukup beragam dan makin terbuka terhadap teknologi baru, sehingga LEPAS memilih menghadirkan dua pendekatan elektrifikasi berbeda lewat E4 EV dan L8 PHEV sambil tetap mempertahankan karakter desain, teknologi, dan kenyamanan khas LEPAS.
Surabaya sendiri punya karakter mobilitas yang cukup kompleks, mulai dari rutinitas perkotaan, perjalanan bisnis, sampai aktivitas keluarga dan rekreasi. Karakter itu yang coba disasar LEPAS lewat bahasa desain Leopard Aesthetics, perpaduan antara garis elegan dan kesan berani yang jadi identitas visual brand ini. Di sisi lain permintaan kendaraan elektrifikasi di segmen premium mulai tumbuh meski mobil bensin masih punya basis konsumen yang kuat, jadi adopsi elektrifikasi di Jatim berjalan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.
Bicara soal L8 PHEV, mobil ini dibangun untuk konsumen yang butuh fleksibilitas tanpa harus mengorbankan jarak tempuh. Combined range yang diklaim tembus lebih dari 1.300 kilometer bikin SUV urban ini bisa diandalkan buat mobilitas harian sekaligus perjalanan antarkota. Fitur pendukungnya juga lumayan lengkap, ada Remote Parking Assist, Automated Parking Assist, sampai Front Cloud-Feel Seats yang jadi salah satu andalan buat kenyamanan penumpang depan.
Pembeli L8 PHEV juga dapat paket LEPAS CARE yang mencakup garansi kendaraan 6 tahun atau 150 ribu km, garansi baterai dan motor listrik 8 tahun atau 160 ribu km, serta garansi mesin sampai 10 tahun atau 1 juta km untuk pemilik pertama. Belum lagi Free Service selama 4 tahun atau 60 ribu km, Pickup and Delivery Service dua tahun di area tertentu, dan Road Assistance tiga tahun sampai radius 50 km, tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain ada E4 EV yang menyasar konsumen yang mau pengalaman full electric seutuhnya. Baterainya berkapasitas 67 kWh dengan jarak tempuh diklaim mencapai 600 kilometer berdasarkan standar CLTC. Urusan pengisian daya, E4 EV dibekali kemampuan DC Fast Charging 130 kW yang bisa mengisi baterai dari 30 sampai 80 persen hanya dalam 20 menit, sementara kemampuan wading depth sampai 525 mm jadi nilai tambah ketika harus menghadapi jalan tergenang.

Untuk pasar Jawa Timur, E4 EV dilepas seharga Rp 359 juta OTR dengan dukungan LEPAS CARE berupa garansi kendaraan 6 tahun atau 150 ribu km, garansi baterai 8 tahun atau 160 ribu km, dan Road Assistance tiga tahun sampai 50 km sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Meski berbeda pendekatan elektrifikasi, kedua model ini sama-sama dibangun di atas LEX Platform milik LEPAS. Platform ini mengusung empat prinsip utama yaitu More Stable, More Spacious, More Quiet, dan More Energy-Efficient, yang diterjemahkan lewat stabilitas berkendara, kelapangan kabin, peredaman kabin, dan efisiensi energi. Dari fondasi yang sama itu E4 EV mengambil jalur full electric sementara L8 PHEV memilih jalur hybrid dengan fleksibilitas jarak tempuh yang lebih panjang. ![]()
