PT Ilectra Motor Group resmi menyerahkan unit motor listrik ke-20.000 dari brand ALVA ke tangan pengguna sungguhan. Seremoninya digelar di DI Yogyakarta pada 8 September lalu. CEO ALVA Purbaja Pantja bersama CMO ALVA Putu Swaditya Yudha yang menyerahkan langsung sebuah ALVA N3 Next Gen kepada Supriadi, warga Yogyakarta yang kebetulan jadi pengguna ke-20.000 ALVA di Indonesia.

Yang menarik dari pencapaian ini bukan cuma angkanya, tapi jarak waktunya dengan milestone sebelumnya. ALVA baru menyentuh 10.000 unit pada Desember 2025, jadi dalam sembilan bulan jumlah penggunanya sudah melonjak dua kali lipat alias naik 100 persen. Buat brand motor listrik lokal, laju pertumbuhan macam ini jadi indikasi kalau motor mereka mulai dipakai secara nyata di jalan, bukan sekadar terjual lalu diam di garasi.

Data pemakaian yang dirilis ALVA memperkuat cerita itu. Sampai Juni 2026, akumulasi jarak tempuh seluruh pengguna ALVA sudah lewat 78 juta kilometer, kalau dikonversi setara sekitar 1.900 kali keliling bumi. Angka sebesar itu cuma bisa tercapai kalau motornya benar-benar dipakai jalan tiap hari, bukan cuma dimiliki buat gaya-gayaan.

Supriadi sendiri yang jadi bagian dari statistik itu punya alasan sederhana kenapa pilih ALVA. “Saya memilih ALVA karena ingin menggunakan motor listrik yang dapat mendukung kebutuhan mobilitas sehari-hari. ALVA N3 Next Gen juga menarik karena spesifikasi dan fiturnya sesuai dengan kebutuhan tersebut. Menjadi pengguna ke-20.000 tentu menjadi pengalaman yang sangat berkesan, terlebih bisa menjadi bagian dari perjalanan ALVA. Semoga ALVA N3 Next Gen dapat menemani berbagai aktivitas saya sehari-hari ke depannya,” ujarnya.

Pertumbuhan pengguna sebesar itu otomatis menuntut ALVA membenahi hal-hal di luar produk, salah satunya jaringan pengisian daya. Di DI Yogyakarta saja, jumlah konektor Boost Charge sudah mencapai 64 unit per September 2026, naik dari cuma 29 konektor di Desember 2025. Lonjakan lebih dari dua kali lipat dalam waktu sembilan bulan ini sejalan dengan kenaikan jumlah pengguna di periode yang sama.

Di sisi software, ALVA juga menyematkan fitur ALVA Intelligent Personalized Riding Optimizer alias AIPRO yang bisa diakses lewat MyALVA App, khusus untuk pengguna N3 Next Gen. Lewat AIPRO, pengendara bisa mengatur pengalaman berkendara sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari Hill Start Assist dan Hill Descent Assist buat jalan menanjak-menurun, Regenerative Braking, sampai Ride Mode Limiter yang juga bisa dipadukan dengan fitur Bike Sharing.

Selain fitur riding, ALVA juga membekali pembelinya dengan paket ALVA Care selama masa kepemilikan. Paket ini mencakup Customer Service dan Roadside Assistance yang siaga 24 jam, warranty, gratis paket data, akses gratis pengisian daya di Boost Charge, plus jaringan After Sales Partner di lebih dari 130 lokasi. ALVA mengklaim total manfaat dari paket ini nilainya bisa tembus sekitar Rp3 juta per konsumen.

Dari sisi produk, ALVA N3 Next Gen yang diserahkan ke Supriadi punya jarak tempuh sampai 140 km dan top speed 80 km per jam. Berdasarkan data perjalanan pengguna, motor ini rata-rata dipakai menempuh 35 km per hari dengan biaya perjalanan sekitar Rp1.237. Kalau dibandingkan motor bensin untuk jarak yang sama, ALVA mengklaim penghematannya bisa sampai 79 persen atau setara Rp140.000 per bulan.

Purbaja Pantja menyebut pencapaian 20.000 unit ini punya makna lebih dari sekadar angka produksi. “Pencapaian 20.000 unit ini bukan sekadar milestone produksi, melainkan bukti bahwa ALVA telah teruji dari waktu ke waktu serta digunakan secara nyata untuk perjalanan yang jaraknya jauh lebih panjang dibandingkan beberapa tahun lalu. Seiring meningkatnya edukasi dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat kendaraan listrik, semakin banyak pengguna yang menjadikan ALVA sebagai kendaraan utama untuk aktivitas sehari-hari. Kami berterima kasih kepada seluruh pengguna yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini, dan akan terus menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin baik ke depannya,” katanya.

Capaian ini juga tak lepas dari kapabilitas ALVA sebagai produsen di dalam negeri. TKDN ALVA sudah di atas 40 persen, dengan pengembangan teknologi dan IP lokal dilakukan lewat fasilitas R&D dan manufaktur mereka sendiri di Cikarang yang sudah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan INDI 4.0.