Pedro Acosta akhirnya bisa berhenti mendengar pertanyaan yang sama:

“Kapan menang?”

Jawabannya datang di tempat yang paling pas. Red Bull Ring, Spielberg, kandang KTM sendiri. Minggu (20/9/2026), pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu akhirnya meraih kemenangan pertamanya di MotoGP Austria 2026 setelah 56 start dan hampir tiga musim menunggu. Sebelumnya, Acosta sudah 15 kali naik podium tanpa sekali pun berdiri paling atas.

Kemenangan ini datang setelah akhir pekan yang nyaris berantakan. Acosta memimpin sebagian besar Sprint sehari sebelumnya sebelum jatuh dari posisi terdepan, lalu kembali terjatuh pada sesi warm-up Minggu pagi. Start dari barisan depan pada balapan utama, ia sempat melorot di awal sebelum kembali masuk tiga besar sejak lap kedua. Acosta kemudian menempel Jorge Martin dan menyalipnya pada lap kesembilan dari total 28 lap.

Setelah mengambil alih posisi terdepan, Acosta tidak lagi memberi ruang untuk drama. Ia mengontrol ritme dan finis 1,017 detik di depan Martin. Marco Bezzecchi, rekan setim Martin di Aprilia, melengkapi podium dengan selisih 1,209 detik. Acosta juga membawa KTM meraih kemenangan ketiga di Red Bull Ring dan yang pertama di MotoGP sejak 2022, setelah sebelumnya Miguel Oliveira menang pada 2020 dan Brad Binder pada 2021 menggunakan RC16.

“Yang pertama memang selalu spesial. Apalagi di depan begitu banyak fans Austria. Banyak sekali kaus KTM di tribun dan saya senang sekali buat tim, mereka lebih pantas mendapatkannya daripada saya. Kemarin waktu saya membuat kesalahan, banyak orang baik di sekitar saya. Hasil ini luar biasa,” ujar Acosta.

Kemenangan tersebut menjadi podium kelimanya musim ini dan yang ketiga secara beruntun. Ia kini berada di posisi keempat klasemen dengan 234 poin, di belakang Jorge Martin 306 poin, Marc Marquez 294 poin, dan Bezzecchi 264 poin.

Buat Aki Ajo, kemenangan ini terasa lebih personal. Team Manager Red Bull KTM Factory Racing itu sudah bekerja bersama Acosta sejak usianya 16 tahun, termasuk saat mereka langsung meraih gelar Moto3. “Hari yang super spesial. Musim panas ini kami menghadapi beberapa tantangan. Sejak Jumat kami lihat motor, trek, dan mungkin kompon ban cocok untuk kami, untuk kedua pembalap, dan kami langsung maksimal. Kemarin ada kekecewaan, tapi hari ini kami ambil kesempatannya,” kata Ajo.

Pit Beirer melihat kemenangan ini sebagai jawaban KTM setelah melewati masa sulit sejak 2024. “Kami menjawabnya dengan posisi kedua di Aragon, ketiga di Misano, lalu menang di Grand Prix kandang. Beberapa pekan lalu ini tidak terbayangkan,” ujar Motorsports Director KTM tersebut. “Saya senang untuk tim, untuk pabrik, dan saya juga ingin memberikan ini sebagai hadiah untuk seluruh KTM karena kami semua berjuang keluar dari krisis. Kami kembali.”

Di garasi KTM lainnya, Brad Binder mengubah start dari posisi ke-11 menjadi finis keenam. Ia sudah masuk enam besar setelah lima lap dan sempat naik ke posisi kelima sebelum berduel dengan Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Binder menjadi satu-satunya pembalap yang memilih ban depan soft dan mendapat 10 poin, hasil terbaiknya musim ini. Sementara Enea Bastianini start ke-17 dan finis ke-11 untuk Tech3, hanya 0,3 detik dari posisi kesepuluh. Ia kini mengoleksi 97 poin di posisi ke-12 klasemen.

Pol Espargaro yang menggantikan Maverick ViƱales harus puas finis ke-16. Start dari posisi ke-14, ia kehilangan waktu setelah melebar di Tikungan 4 dan kemudian terlibat insiden dengan Bastianini yang merusak aero motornya. Ritmenya membaik, tetapi sudah terlambat untuk mengejar zona poin. “Senang untuk Pedro, dia pantas menang lebih awal,” kata Espargaro.