Jetze Plat akan turun di Berlin Marathon pada 27 September 2026 dengan racing wheelchair yang dikembangkan khusus oleh TOYOTA RACING GmbH di Cologne, Jerman. Atlet Belanda tersebut beralih fokus penuh ke nomor marathon setelah Paralympic Games Paris 2024, setelah sebelumnya meraih gelar di triathlon dan handbike. Toyota Netherlands menginisiasi proyek ini untuk membantu Plat mendapatkan kursi yang lebih cepat untuk disiplin barunya.
Pengembangannya melibatkan material dan metode konstruksi yang digunakan di motorsport. Frame dibuat dari lightweight carbon fibre, tetapi sasaran utamanya bukan sekadar memangkas bobot atau mengejar aerodinamika. Plat membutuhkan struktur yang stabil dan rigid agar tenaga yang disalurkan melalui kayuhan dapat diteruskan ke roda tanpa kehilangan akibat torsional flex. Keseimbangan dan sistem steering yang sederhana juga menjadi bagian dari rancangan.

Dimensi kursi ditentukan berdasarkan tubuh Plat. Tim TOYOTA RACING melakukan body scan dan analisis fisik untuk mendapatkan posisi duduk yang sesuai. Menurut Norbert Schäfer, Para Sports Project Manager TOYOTA RACING, toleransi satu milimeter saja dapat memengaruhi performa. Pengalaman Plat selama menggunakan kursi tersebut kemudian menjadi masukan dalam penyempurnaan seating position.
Regulasi racing wheelchair juga ikut menentukan desain. Saat proses pengembangan berlangsung, aturan berubah dan tim harus mengubah solusi untuk posisi kaki Plat di dalam cockpit. Pekerjaan tersebut ditangani Schäfer bersama Roger Kirschner, Senior Composite Design Engineer, yang terlibat sejak awal proyek.

Proyek ini bukan keterlibatan pertama TOYOTA RACING dalam pengembangan perangkat olahraga untuk atlet dengan disabilitas fisik. Sejak 2012, perusahaan tersebut telah mengembangkan dan memproduksi sejumlah perangkat khusus, antara lain Nordic skiing sled, handbike, wheelchair dan supportive orthosis. Pengalaman tersebut berjalan berdampingan dengan aktivitas utamanya di FIA World Endurance Championship (WEC) serta perannya sebagai pemasok mesin Toyota GAZOO Racing di World Rally Championship (WRC).
Plat sudah menggunakan racing wheelchair baru tersebut dalam kompetisi dan finis kedua di Cape Town Marathon pada Mei 2026. Di Berlin, ia akan menghadapi bidang peserta yang disebut Toyota sangat kompetitif. Kursi ini menjadi hasil pertemuan kebutuhan atlet dengan pengalaman engineering TOYOTA RACING dalam material, konstruksi komposit, ergonomi, serta pengembangan perangkat yang harus memenuhi regulasi balap. ![]()



