Kehadiran Eclipse Sportback EV di Amerika Serikat menjadi bab terbaru dari perjalanan elektrifikasi Mitsubishi yang menurut perusahaan telah dimulai sejak dekade 1970-an. Jauh sebelum kendaraan listrik baterai kembali menjadi fokus utama industri otomotif global, Mitsubishi Motors sudah melakukan pengembangan kendaraan dengan penggerak listrik di Jepang. Perjalanan tersebut kemudian berkembang melalui berbagai eksperimen dan produk hingga menghasilkan kendaraan produksi massal seperti i-MiEV, sebelum Mitsubishi memperluas pendekatannya ke teknologi plug-in hybrid melalui Outlander PHEV. Eclipse Sportback EV kini membawa perjalanan tersebut ke bentuk yang lebih baru, dengan teknologi battery electric vehicle yang ditujukan untuk kebutuhan pasar crossover modern.
Salah satu tonggak penting dalam sejarah tersebut adalah i-MiEV, yang mulai dijual di sejumlah pasar pada 2009. Mitsubishi menyebutnya sebagai mobil listrik produksi massal pertama di dunia, sebelum model tersebut kemudian hadir di Amerika Utara pada akhir 2011. Kehadiran i-MiEV menunjukkan bahwa pengalaman Mitsubishi dengan kendaraan listrik bukan sesuatu yang baru dimulai melalui produk terbaru ini. Format kendaraan, teknologi baterai, serta kebutuhan infrastruktur pada masa tersebut tentu berbeda dengan kondisi industri sekarang, tetapi pengalaman pengembangan kendaraan listrik itu menjadi bagian dari perjalanan teknis Mitsubishi dalam memahami penggunaan tenaga listrik sebagai sumber penggerak kendaraan.
Setahun setelah i-MiEV diperkenalkan secara global, Mitsubishi kembali mengambil langkah melalui Outlander Plug-in Hybrid. Model ini diperkenalkan pada 2012 sebagai SUV plug-in hybrid dan kemudian masuk ke pasar Amerika Utara pada 2018. Berbeda dengan kendaraan listrik baterai yang sepenuhnya mengandalkan energi tersimpan di baterai untuk menggerakkan kendaraan, teknologi plug-in hybrid menggabungkan sistem penggerak listrik dengan mesin pembakaran internal. Pilihan tersebut membuat Mitsubishi tidak hanya mengembangkan satu jalur elektrifikasi, melainkan mengembangkan beberapa pendekatan berdasarkan kebutuhan kendaraan dan pasar. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut hingga Mitsubishi kini memiliki kendaraan dengan teknologi mild-hybrid, plug-in hybrid, dan battery electric vehicle dalam jajaran produknya di Amerika Serikat.
Eclipse Sportback EV mengambil posisi berbeda dari dua tonggak tersebut karena sejak awal dikembangkan sebagai kendaraan listrik baterai. Model ini menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 75 kWh dan memiliki jarak tempuh yang diklaim mencapai 282 mil. Dibandingkan fase awal kendaraan listrik ketika kapasitas baterai dan infrastruktur pengisian masih menjadi salah satu tantangan utama, spesifikasi tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup jauh pada aspek penyimpanan energi dan kemampuan perjalanan. Mitsubishi juga tidak hanya mengandalkan satu metode pengisian. Eclipse Sportback EV menggunakan konektor SAE J1772 untuk Level 1 dan Level 2, sementara dukungan NACS memungkinkan penggunaan infrastruktur pengisian cepat yang kompatibel di Amerika Utara.
Perubahan pada infrastruktur pengisian menjadi bagian penting dalam perkembangan kendaraan listrik karena pengalaman menggunakan EV tidak hanya ditentukan oleh kapasitas baterai. Pada Eclipse Sportback EV, pengisian Level 2 dari 20 hingga 80 persen disebut membutuhkan sekitar 6,5 jam, sedangkan pengisian cepat Level 3 dapat dilakukan hingga 150 kW dengan waktu sekitar 35 menit untuk kondisi baterai 10 hingga 80 persen. Mitsubishi tetap mencatat bahwa waktu tersebut dapat berubah karena temperatur lingkungan, temperatur baterai, kondisi dan usia baterai, sumber daya listrik, serta penggunaan aksesori ketika kendaraan sedang diisi. Dukungan terhadap J1772 dan NACS memperlihatkan bagaimana produk EV generasi baru harus mempertimbangkan sekaligus kebutuhan pengisian di rumah dan akses terhadap jaringan fast charging.
Di Amerika Serikat, Eclipse Sportback EV kemudian hadir sebagai bagian dari rencana Momentum 2030 yang dijalankan Mitsubishi Motors North America. Salah satu arah rencana tersebut adalah memperluas elektrifikasi dalam jajaran kendaraan, sementara arah lainnya berkaitan dengan kehadiran model baru atau model yang diperbarui setiap tahun hingga 2030. Dengan rencana tersebut, Eclipse Sportback EV akan berada satu showroom dengan Outlander mild-hybrid dan Outlander Plug-in Hybrid, sehingga Mitsubishi menawarkan tiga teknologi elektrifikasi dengan karakter berbeda. Kehadiran model baru ini sekaligus memperlihatkan perubahan dari fase ketika Mitsubishi memperkenalkan i-MiEV sebagai salah satu pionir kendaraan listrik produksinya menuju era ketika kendaraan battery electric hadir sebagai bagian dari jajaran produk utama. ![]()
