McLaren tidak pernah betah diam di zona nyaman.

Dari lintasan balap sampai jalan raya, brand asal Woking ini punya kebiasaan menulis ulang ceritanya sendiri setiap kali dunia mulai menganggap mereka sudah “jadi”.

Kali ini yang dirombak bukan mobil atau mesin, melainkan wajah brand itu sendiri.

Mulai Selasa (22/9/2026), McLaren resmi memperkenalkan identitas visual baru yang berlaku serentak di dua sayap bisnisnya, McLaren Automotive dan McLaren Racing. Bukan sekadar ganti font atau warna, evolusi ini digadang jadi fondasi yang akan terus berkembang seiring McLaren tumbuh menyapa generasi klien, partner, dan fans yang baru.

David Woodhouse, Chief Creative Officer McLaren Automotive, bicara soal semangat di balik keputusan ini. “Ada sesuatu yang sangat unik soal McLaren. Sepanjang sejarah kami, kami tak pernah betah mengikuti jalan yang sudah dibuat orang lain. Kami selalu melihat ke depan, didorong hasrat untuk berinovasi, berkreasi, dan melampaui ekspektasi. Evolusi identitas visual ini menangkap semangat itu,” ujarnya.

Senada, Lou McEwen selaku Chief Marketing Officer McLaren Racing menyebut perubahan ini sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan brand. “McLaren sudah berevolusi luar biasa selama bertahun-tahun, tapi kalau menengok sejarah bersama antara Racing dan Automotive, terasa mengharukan betapa visi asli Bruce masih mengalir kuat di bisnis ini hari ini,” katanya.

Bagian paling menarik justru datang dari mana inspirasi wordmark baru ini diambil. Tim desain McLaren menggali arsip Racing dan Automotive untuk menelusuri simbol dan detail yang membentuk identitas mereka sejak Bruce McLaren masih remaja di New Zealand hingga jadi brand global seperti sekarang.

Wordmark baru itu ternyata terinspirasi dari plang nama di atas sebuah Service Station keluarga di Remuera, Auckland. Bengkel itu milik orang tua Bruce, Les dan Ruth McLaren, dan di tempat itulah Bruce membangun mobil yang mengantarnya ke kemenangan balap pertamanya. McLaren menyebut proses ini sebagai upaya menyambungkan kembali brand dengan akar aslinya sekaligus memberi bahasa visual yang lebih percaya diri untuk masa depan.

Kalau ditarik jauh ke belakang, logo McLaren memang sudah berganti wajah berkali-kali. Emblem pertama tahun 1964 menampilkan siluet burung kiwi karya Michael Turner, sahabat dekat Bruce McLaren, sebagai penghormatan untuk akar New Zealand-nya. Versi ini lalu dikenal sebagai “Speedy Kiwi” pada era 1970-an sebelum digantikan chevron merah rancangan Raymond Loewy di masa sponsor Marlboro pada 1980-an. Speedmark yang melengkung dan familiar seperti sekarang baru benar-benar terbentuk di penghujung era 1990-an, sebelum warnanya berpindah ke papaya orange lewat sentuhan desainer Miles Newlyn pada 2022.

Di identitas baru ini, Speedmark tetap dipertahankan sebagai simbol paling dikenali dari brand ini. Kehadirannya yang konsisten dianggap merepresentasikan nilai kontinuitas dan makna yang sudah tertanam kuat di hati fans McLaren di seluruh dunia. Warna papaya pun tetap jadi elemen utama, kini didampingi palet warna yang lebih luas dan terinspirasi momen-momen penting dalam sejarah McLaren. Sosok Speedy Kiwi sendiri tidak dihilangkan, tetap dipertahankan sebagai penghormatan untuk akar New Zealand milik Bruce McLaren yang sudah lama jadi bagian dari cerita brand ini.

Reveal identitas baru ini juga tidak berdiri sendiri. Sepanjang 2026, McLaren memang gencar menghidupkan kembali cerita asal usul Bruce McLaren, mulai dari perayaan M6GT sebagai ekspresi pertama visi mobil jalan raya Bruce, sampai kemunculan McL 6GT yang jadi sinyal ambisi desain dan performa McLaren di era sekarang.

Di sisi balap, McLaren Racing juga baru saja mencatat dua milestone besar, yakni tampil di GP ke-1000 mereka di Formula 1 dan mengumumkan mobil Hypercar untuk WEC yang membuka jalan mereka mengejar Triple Crown. Sementara di sisi otomotif jalan raya, McLaren Automotive baru saja mengonfirmasi rencana investasi senilai 500 juta pound untuk memperluas kapasitas manufaktur dan engineering di Inggris, termasuk mendukung rencana ekspansi lini produk ke luar segmen sports car dua kursi lewat model SUV yang akan datang.

Sebagai brand, McLaren Racing sendiri lahir dari tangan Bruce McLaren pada 1963 dan mulai turun di Formula 1 sejak 1966. Sejauh ini catatan mereka sudah mencakup 23 gelar juara dunia Formula 1, lebih dari 200 start Grand Prix, tiga kemenangan di Indianapolis 500, dan kemenangan Le Mans 24 Hours pada percobaan pertama mereka turun di sana.