Di segmen elektrifikasi, popularitas kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) makin meningkat.

Data wholesales GAIKINDO mencatat distribusi PHEV sepanjang Januari sampai Agustus 2026 mencapai 8.981 unit. Angka ini sudah jauh melewati total penjualan PHEV sepanjang 2025 yang berada di 5.270 unit. Pada Agustus saja, distribusi PHEV mencapai 1.993 unit, naik tipis dari 1.973 unit pada Juli.

Di tengah pasar yang mulai membesar itu, BYD M6 DM muncul sebagai model dengan volume paling besar. Sejak diperkenalkan pada Mei 2026, penjualan kumulatifnya sudah melampaui angka 4.400 unit sampai Agustus.

Menariknya, M6 DM tidak membutuhkan waktu panjang untuk masuk ke posisi tersebut. Pada Juni distribusinya mencapai 1.825 unit, kemudian 1.437 unit pada Juli. Agustus masih mencatat 1.161 unit, meski angka tersebut turun dibanding bulan sebelumnya.

Dari data yang disampaikan BYD, M6 DM mencatat pangsa pasar 47 persen pada semester pertama 2026. Setelah itu performanya berlanjut dengan penguasaan 69 persen di segmen Dual Mode selama tiga bulan berturut-turut. Angka tersebut membuat M6 DM punya ruang yang cukup besar di pasar PHEV yang saat ini memang masih jauh lebih kecil dibanding BEV maupun hybrid konvensional.

Pertumbuhan PHEV ini juga memperlihatkan bahwa konsumen mulai punya pertimbangan lain ketika masuk ke kendaraan elektrifikasi. Mobil jenis ini menawarkan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik untuk kebutuhan tertentu, tetapi tetap membawa mesin pembakaran untuk perjalanan yang lebih jauh. Buat konsumen yang belum siap sepenuhnya bergantung pada mobil listrik, konfigurasi seperti ini punya daya tarik tersendiri.

BYD memperkenalkan M6 DM pada Mei 2026 sebagai pilihan keluarga dengan teknologi Dual Mode. Sejak awal, model ini memang ditempatkan untuk kebutuhan yang cukup luas, mulai dari aktivitas harian di dalam kota sampai perjalanan antarkota.

Dalam keterangan resminya, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan pertimbangan konsumen keluarga kini tidak hanya berhenti pada teknologi penggerak, tetapi juga efisiensi, kenyamanan, fitur keselamatan dan biaya operasional.

“Bagi konsumen khususnya keluarga, pertimbangannya pun semakin berkembang, tidak hanya pada pilihan teknologi penggerak, tetapi juga efisiensi penggunaan, kenyamanan, fitur keselamatan, serta biaya operasional,” ujar Luther.

Di pasar yang sama, M6 DM juga menghadapi semakin banyak pemain baru. Data Januari sampai Agustus menunjukkan sejumlah model PHEV dari merek Tiongkok mulai mengisi pasar, termasuk Chery Tiggo 8 CSH dengan 1.999 unit dan Tiggo 9 CSH sebanyak 497 unit. Setelah itu ada Wuling, Geely, Jetour, Jaecoo dan DFSK yang ikut meramaikan segmen tersebut.

Dengan total 8.981 unit sepanjang delapan bulan pertama 2026, PHEV memang belum menjadi bagian terbesar dari pasar elektrifikasi Indonesia. Pada periode yang sama, BEV mencapai 101.171 unit dan hybrid konvensional 58.040 unit. Namun dibanding tahun sebelumnya, kenaikan volume PHEV menunjukkan bahwa pilihan di tengah antara mobil listrik murni dan hybrid mulai punya pasar sendiri.